kalselupdate.id — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi mengeluarkan imbauan keamanan mendesak yang meminta seluruh warganya di negara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan udara terbaru oleh kelompok Houthi yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Peringatan ini dirilis setelah ketegangan militer di kawasan tersebut dilaporkan kembali meningkat dan berpotensi mengganggu jalur penerbangan sipil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat menjelaskan bahwa tindakan permusuhan dari kelompok Houthi Yaman ini kerap kali menargetkan infrastruktur sipil yang vital, termasuk bandara internasional. Konflik militer yang terus berlangsung di perbatasan selatan Arab Saudi dinilai berpotensi mengalami eskalasi yang lebih luas dalam waktu dekat.

“Kelompok Houthi telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk terhadap bandara-bandara sipil, dan konflik militer tersebut berpotensi meningkat,” tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam pernyataan resminya.

Menindaklanjuti situasi keamanan yang dinilai tidak menentu tersebut, otoritas diplomatik Amerika Serikat meminta warganya untuk mengantisipasi berbagai skenario buruk terkait perjalanan udara. Warga Amerika Serikat diimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan jadwal penerbangan secara mendadak hingga penutupan wilayah udara di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Sementara itu, kelompok militer Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan udara terkoordinasi yang menargetkan beberapa objek vital di Arab Saudi sekaligus. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pihaknya meluncurkan total dua rudal yang diarahkan langsung ke Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh.

Selain menargetkan bandara utama di Riyadh, kelompok yang didukung oleh Iran tersebut juga mengklaim telah mengarahkan rudal lainnya ke wilayah selatan. Satu rudal dilaporkan menyasar bandara domestik di Najran, sementara satu rudal lainnya diarahkan ke pangkalan udara militer yang berada di kawasan Khamis Mushait.

Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan mencegat rudal-rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi tersebut. Kendati demikian, laporan lapangan dari beberapa sumber independen menunjukkan adanya dampak kerusakan fisik yang cukup signifikan di area bandara Riyadh setelah terdengar beberapa kali suara ledakan keras di wilayah ibu kota.

Dua sumber internal yang mengetahui insiden tersebut mengungkapkan bahwa setidaknya ada pesawat komersial yang mengalami kerusakan parah akibat serpihan ledakan atau hantaman langsung di bandara Riyadh. Sumber pertama menyebutkan minimal satu armada pesawat mengalami kerusakan berat, sedangkan sumber kedua mengindikasikan terdapat tiga pesawat yang terkena dampak dari serangan udara tersebut.

Serangan terhadap infrastruktur sipil ini memicu kekhawatiran global mengenai keselamatan penerbangan internasional yang melintasi kawasan Teluk. Pihak maskapai penerbangan internasional kini tengah memantau situasi dengan ketat guna memutuskan kelanjutan operasional rute penerbangan mereka menuju dan dari Arab Saudi.