kalselupdate.id — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang dilaksanakan secara serentak pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih prosedur evakuasi mandiri serta meningkatkan pemahaman pegawai mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi guncangan hebat. Simulasi tersebut mencakup 112 sekolah dan 10 kantor pemerintahan di wilayah Jakarta Selatan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana yang digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Suasana simulasi di kantor Walikota Jakarta Selatan berlangsung dengan instruksi yang ketat terkait prosedur darurat. Saat sirine tanda bahaya dibunyikan, para ASN yang sedang bekerja di dalam ruangan tampak sigap mengambil tindakan perlindungan diri. Sejumlah pegawai terlihat berlindung di bawah meja untuk menghindari jatuhnya material bangunan, sementara yang lain diarahkan oleh petugas untuk segera mengevakuasi diri melalui tangga darurat menuju titik kumpul yang aman.
“Simulasi berjalan lancar dan seluruh pekerja telah memahami prosedur evakuasi dengan baik segera setelah sirine dibunyikan,” ujar Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo.
Selain mempraktikkan cara berlindung, kegiatan ini juga memberikan edukasi mendalam mengenai teknik evakuasi mandiri serta pengenalan alat-alat penanggulangan bencana yang tersedia di gedung perkantoran. BPBD DKI Jakarta menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para abdi negara. Melalui latihan rutin, diharapkan respon cepat saat terjadi situasi darurat dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi formalitas belaka, melainkan upaya konkret dalam membangun budaya sadar bencana. Masyarakat dan pegawai diimbau untuk selalu mengenali risiko di lingkungan sekitar serta memahami jalur evakuasi yang benar. Langkah preventif ini menjadi krusial mengingat potensi gempa bumi merupakan ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perkotaan padat penduduk.
Dengan selesainya simulasi di berbagai titik lokasi, pemerintah daerah berharap tingkat kewaspadaan warga dan ASN semakin meningkat. Penguatan kapasitas dalam menghadapi bencana diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja dan hunian yang lebih aman. Kedepannya, program sosialisasi serupa akan terus diintensifkan guna memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat gempa bumi secara tenang dan terukur.


