kalselupdate.id — Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo atau yang lebih dikenal dengan nama Subagyo HS dikabarkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026). Tokoh militer senior yang memiliki sejarah panjang dalam pengabdian di TNI Angkatan Darat tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Yogyakarta, meninggalkan duka mendalam bagi kolega dan keluarga besar militer Indonesia.
Kabar mengenai wafatnya Jenderal Subagyo HS telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kerabat dan rekan politik almarhum. Rencananya, jenazah mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tersebut akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang terletak di kawasan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, sebelum akhirnya diberangkatkan menuju ibu kota untuk prosesi pemakaman.
Wakil Sekretaris DPD Gerindra DIY, Guntur Yudhianto, memberikan keterangan bahwa pihak keluarga saat ini sedang mempersiapkan segala keperluan di rumah duka Yogyakarta. Guntur membenarkan informasi mengenai berpulangnya sosok jenderal yang pernah memimpin matra darat tersebut dan menjelaskan rencana perjalanan jenazah menuju Jakarta yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya.
“Benar, beliau meninggal dunia hari ini. Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Gondokusuman, Yogyakarta, dan besok pagi akan dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan,” tutur Guntur Yudhianto.
Meskipun informasi mengenai lokasi pasti tempat almarhum mengembuskan napas terakhir belum disampaikan secara mendalam, pihak keluarga memastikan bahwa prosesi pemakaman akan dilakukan di Jakarta. Kabar mengenai jadwal pemakaman ini juga diperkuat oleh pernyataan Anggota Komisi B DPRD DIY dari Fraksi Gerindra, Danang Wahyu Broto, yang menyebutkan bahwa almarhum akan dikebumikan di Jakarta pada Selasa pagi.
Jenderal (Purn) Subagyo HS tercatat sebagai salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki karier sangat cemerlang, terutama pada masa transisi pemerintahan di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus pada periode tahun 1994 hingga 1995, sebelum posisi tersebut kemudian digantikan oleh Prabowo Subianto yang saat itu melanjutkan kepemimpinan di korps baret merah tersebut.
Selain kepemimpinannya di pasukan elite, Subagyo HS juga memegang rekor sebagai Kepala Staf Angkatan Darat yang menjabat di bawah tiga kepemimpinan Presiden Indonesia yang berbeda. Beliau dipercaya mengemban amanah sebagai KSAD pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, berlanjut ke masa Presiden BJ Habibie, hingga masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dedikasi dan loyalitas Subagyo HS selama menjabat sebagai pimpinan tertinggi di Angkatan Darat menjadikannya sosok yang sangat dihormati oleh para prajurit dan perwira di lingkungan TNI. Keberhasilannya dalam menjaga stabilitas internal militer selama masa-masa krusial perubahan politik di Indonesia menjadi bagian penting dalam sejarah pertahanan nasional yang selalu dikenang oleh para penerusnya.
Hingga saat ini, ucapan duka cita terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat dan tokoh nasional atas kepergian sang jenderal. Pihak keluarga di Yogyakarta sedang merampungkan koordinasi dengan pihak militer terkait protokol upacara pelepasan jenazah yang direncanakan berlangsung dengan penghormatan militer sebelum diterbangkan menuju Jakarta sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.


