kalselupdate.id — Presiden Prabowo Subianto menduduki posisi puncak elektabilitas calon presiden dalam hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Parameter Politik Indonesia. Berdasarkan simulasi pertanyaan terbuka, tingkat keterpilihan Prabowo Subianto tercatat mencapai 31,6 persen, mengungguli deretan figur politik dan tokoh nasional lainnya secara signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam rilis survei tersebut, posisi kedua ditempati oleh politisi Dedi Mulyadi yang mengantongi tingkat elektabilitas sebesar 11,4 persen. Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan mengamankan dukungan publik sebesar 10,1 persen dari total keseluruhan responden yang diwawancarai.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa pengumpulan data elektabilitas ini menggunakan simulasi terbuka tanpa menyodorkan daftar nama calon kepada masyarakat. Pemilih diminta menyebutkan secara langsung dan spontan nama tokoh yang paling mereka harapkan menjadi pemimpin bangsa.

“Ini adalah elektabilitas presiden secara terbuka. Jadi ini adalah pertanyaan terbuka. Pertanyaannya adalah, ‘Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?’. Responden diminta untuk menjawab secara spontan,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam pemaparan survei secara virtual.

Selain tiga figur teratas, riset Parameter Politik Indonesia juga merekam tingkat keterpilihan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempati posisi keempat dengan angka 6,9 persen. Di urutan kelima, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencatatkan elektabilitas sebesar 4,4 persen.

Sejumlah tokoh politik nasional lainnya turut muncul dalam bursa calon presiden dengan perolehan angka elektabilitas di bawah tiga persen. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mencatatkan perolehan sebesar 2,3 persen, disusul mantan Menko Polhukam Mahfud Md dengan 1,7 persen, serta Sherly Tjoanda yang memperoleh dukungan sebesar 1,1 persen.

Daftar figur yang dipilih responden secara spontan juga mencakup Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 0,8 persen, Pramono Anung sebesar 0,6 persen, serta Muhaimin Iskandar dan Sugiono yang masing-masing mengantongi angka sebesar 0,2 persen dari responden.

Selain itu, terdapat sejumlah nama tokoh dan publik figur lain yang masing-masing mengantongi elektabilitas sebesar 0,1 persen, antara lain Rocky Gerung, Abdul Somad, Kaesang Pangarep, Erick Thohir, Bahlil Lahadalia, serta Yusril Ihza Mahendra. Adapun kategori nama-nama figur lainnya secara akumulatif tercatat sebesar 1,9 persen.

Tingginya kelompok responden yang belum menyatakan sikap atau belum memilih figur tertentu juga menjadi temuan penting dalam hasil penarikan suara ini. Sebanyak 25,5 persen responden menjawab tidak tahu atau memilih untuk merahasiakan jawaban mereka ketika ditanyakan figur presiden pilihan secara spontan.

Proses survei lapangan ini diselenggarakan dalam rentang waktu mulai tanggal 26 September hingga 6 Oktober 2026. Penarikan sampel melibatkan sebanyak 1.200 orang responden yang tersebar secara proporsional dan merata di 38 provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Metode pengumpulan data dilakukan secara tatap muka langsung antara tim peneliti dengan para responden. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling untuk memastikan keterwakilan populasi secara akurat dan objektif.

Survei opini publik ini dirancang dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen serta memiliki batas kesalahan atau margin of error sekitar kurang lebih 2,83 persen. Hasil riset ini memotret kondisi riil peta dukungan dan aspirasi politik masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.