kalselupdate.id — Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dilaporkan kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menyasar infrastruktur sipil yang menjadi pusat pergerakan warga, sehingga menimbulkan dampak signifikan bagi operasional bandara serta keselamatan penumpang yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seorang sumber diplomatik menyatakan kepada media bahwa serangan ini secara spesifik menargetkan fasilitas sipil yang seharusnya terlindungi dari konflik bersenjata. Pihak otoritas medis di rumah sakit setempat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka, dengan sebagian besar korban merupakan warga negara Arab Saudi yang sedang berada di area bandara.

“Kelompok Houthi menyerang sasaran sipil. Bandara Riyadh adalah sasaran sipil,” ujar seorang sumber diplomatik.

Laporan dari tenaga medis menyebutkan bahwa sedikitnya lima orang korban saat ini harus menjalani perawatan intensif di unit gawat darurat karena kondisi luka yang cukup serius. Guna memberikan penanganan medis yang cepat, beberapa pasien bahkan terpaksa dilarikan ke rumah sakit rujukan dengan menggunakan helikopter evakuasi agar segera mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi menceritakan detik-detik mencekam saat serangan terjadi di terminal penerbangan domestik. Ia mengaku mendengar suara ledakan keras tepat saat dirinya sedang menunggu giliran untuk naik ke pesawat di gerbang 403. Kepanikan pun pecah di area keberangkatan ketika serpihan material bangunan berhamburan akibat ledakan yang menghantam gerbang 401 di dekatnya.

Saksi mata tersebut menggambarkan situasi kacau di mana banyak orang berlarian untuk mencari tempat perlindungan setelah melihat korban jatuh akibat terkena dampak serangan. Selain itu, pihak keluarga korban melaporkan bahwa salah satu kerabat mereka menderita luka-luka pada bagian bahu dan lengan akibat terkena pecahan kaca yang berserakan di sekitar terminal akibat getaran ledakan tersebut.

Hingga saat ini, otoritas resmi Arab Saudi belum memberikan keterangan atau konfirmasi resmi terkait detail serangan maupun langkah evakuasi yang dilakukan. Meski demikian, kesaksian di lapangan menunjukkan adanya kerusakan material serta korban luka yang membutuhkan penanganan medis segera, mempertegas eskalasi ancaman keamanan yang menyasar objek vital sipil di ibu kota Arab Saudi tersebut.