kalselupdate.id — Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan melancarkan serangan terhadap Bandara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Insiden keamanan ini mengakibatkan operasional bandara tersebut harus dihentikan sementara waktu guna memastikan keselamatan dan proses pemulihan situasi di lapangan. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa sebanyak 12 orang dan melukai 309 orang lainnya, sehingga memicu kewaspadaan tinggi di wilayah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menanggapi situasi keamanan di Arab Saudi, pihak pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan bahwa rute penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah dan Madinah tidak terdampak. Seluruh jadwal keberangkatan menuju dua kota suci tersebut terpantau tetap berjalan normal dan lancar sesuai dengan rencana operasional maskapai terkait.

“Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar,” ujar Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan.

Yudistiawan menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi terkini di Arab Saudi secara intensif untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan. Mengenai rute penerbangan menuju Riyadh, ia menjelaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan langsung ke ibu kota Arab Saudi tersebut. Penumpang yang ingin menuju Riyadh biasanya menggunakan opsi penerbangan transit, salah satunya melalui Dubai.

Adanya serangan tersebut secara langsung memengaruhi rute penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah. Banyak jadwal penerbangan yang terpaksa dibatalkan, sehingga menimbulkan kendala bagi para calon penumpang yang menggunakan rute transit tersebut. Pihak otoritas bandara di Indonesia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan ke bandara.

Sebagai langkah preventif, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi. WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi kegiatan atau perjalanan yang tidak bersifat esensial di tengah kondisi keamanan yang belum stabil.

KBRI secara khusus menegaskan agar WNI menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan sekitar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi WNI agar tetap berada di lokasi yang aman selama situasi di wilayah tersebut belum dinyatakan kondusif sepenuhnya. Pihak perwakilan pemerintah RI di luar negeri terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi terkini yang menimpa fasilitas vital tersebut.