kalselupdate.id — Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka setelah serangan mematikan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi asal Yaman menghantam Bandara Riyadh di Arab Saudi. Insiden penyerangan tersebut berdampak luas terhadap fasilitas penerbangan vital di wilayah tersebut dan memicu kewaspadaan tingkat tinggi dari berbagai otoritas keamanan setempat maupun internasional.
Berdasarkan laporan resmi dari otoritas penerbangan sipil, korban jiwa dalam peristiwa tersebut berasal dari berbagai negara. Rincian korban tewas mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga negara Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Selain merenggut nyawa, ratusan korban yang mengalami luka-luka langsung mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit terdekat.
Serangan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Amerika Serikat, mengingat salah satu warganya turut menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pihak Gedung Putih sedang mempertimbangkan secara serius untuk bergabung dalam aksi serangan balasan bersama militer Arab Saudi guna menargetkan posisi kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Iran.
“Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan,” ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
Trump menekankan bahwa pemerintahannya akan mengambil langkah strategis secara cepat untuk merespons situasi keamanan yang berkembang pesat di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak militer dan penasihat keamanan nasional sedang mengevaluasi seluruh opsi pertimbangan sebelum keputusan final ditetapkan dalam waktu dekat.
Dampak langsung dari aksi penyerangan ini membuat operasional Bandara Riyadh dihentikan untuk sementara waktu guna mengamankan area dan memberikan penanganan darurat terhadap para korban. Penutupan fasilitas penerbangan ini menyebabkan gangguan signifikan pada jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan menuju ibu kota Arab Saudi tersebut.
Menanggapi eskalasi ancaman keamanan yang meningkat di area fasilitas penerbangan tersebut, sejumlah kedutaan besar negara asing di Arab Saudi segera mengeluarkan peringatan darurat kepada seluruh warga negaranya. Perwakilan diplomatik dari Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, hingga Amerika Serikat mengimbau warga mereka agar menjauhi area Bandara Riyadh dan mematuhi seluruh instruksi keamanan yang dikeluarkan pihak berwenang setempat.
Melalui pesan tertulis di platform X, Kedutaan Besar Spanyol mengonfirmasi adanya laporan penyerangan baru yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap kompleks bandara tersebut. Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian juga melaporkan bahwa otoritas setempat sempat mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi para pengunjung dan staf bandara guna meminimalkan potensi jatuhnya korban tambahan.
Situasi pascaserangan hingga kini masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan Arab Saudi bersama tim penyelamat. Penutupan operasional bandara dilakukan sembari menunggu evaluasi tingkat kerusakan menyeluruh dan pemulihan kondisi keamanan di kawasan sekitar ibu kota Riyadh.


