kalselupdate.id — Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengantar kepulangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, setelah menuntaskan seluruh rangkaian kunjungan kenegaraan di Jakarta. Kedua pemimpin negara tersebut bertolak ke bandara militer usai merampungkan seluruh agenda bilateral di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Prabowo dan El-Sisi menempuh perjalanan menuju Halim Perdanakusuma dalam satu kendaraan dinas yang sama. Momen kebersamaan dalam satu mobil kepresidenan ini memperlihatkan kedekatan emosional serta kehangatan diplomasi antara pucuk pimpinan kedua negara bersahabat tersebut.
Setibanya di kawasan pangkalan udara, Prabowo terus mendampingi El-Sisi hingga melangkah ke area apron menuju pesawat kenegaraan Mesir. Prabowo bahkan mengantar langsung tamu kehormatannya tersebut hingga tiba tepat di bagian bawah tangga pesawat udara.
Sebelum El-Sisi menaiki tangga pesawat, kedua pemimpin tampak berjabat tangan erat sebagai lambang penghormatan, saling menghargai, dan ikatan persahabatan yang kokoh. Prabowo juga menyampaikan pesan persaudaraan yang mendalam atas kehadiran pemimpin tertinggi Mesir itu di Tanah Air.
“Anggaplah Indonesia adalah rumah Presiden El-Sisi yang kedua,” ujar Prabowo.
Sebagai bentuk penghormatan kenegaraan penuh dari Indonesia, penerbangan yang membawa Presiden El-Sisi beserta delegasi Mesir mendapat pengawalan udara khusus. Pesawat tempur Sukhoi dan F-16 milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk mendampingi pesawat tamu negara tersebut hingga meninggalkan batas wilayah udara nasional Indonesia.
Lawatan resmi kenegaraan El-Sisi ke Jakarta ini diproyeksikan menjadi tonggak penting guna mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Mesir. Pertemuan kedua negara diharapkan kian mengukuhkan kerja sama di berbagai sektor strategis sekaligus merawat tradisi persahabatan historis yang telah terjalin lama.
Selama rangkaian agenda di Istana Kepresidenan, kedua kepala negara melakukan pembahasan mendalam terkait dinamika regional dan isu-isu global yang menjadi perhatian bersama. Prabowo dan El-Sisi sepakat bahwa koordinasi dan kemitraan kedua negara harus terus diperkuat dalam berbagai forum internasional guna menyikapi persoalan dunia secara kolektif.
Salah satu fokus utama yang diangkat secara khusus oleh kedua pemimpin adalah tragedi kemanusiaan di Palestina. Prabowo melontarkan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam serangkaian agresi militer yang dinilai telah melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan universal.
“Mengenai Palestina, kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional, operasi-operasi militer Israel, tindakan-tindakan provokatif dan tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia, penggunaan kekerasan yang di luar kepatutan, yang mengakibatkan korban manusia-manusia yang tidak bersalah,” tegas Prabowo.
Prabowo menambahkan kepedihannya terhadap nasib warga sipil yang terus menjadi korban dari aksi kekerasan di luar batas kepatutan, khususnya kelompok rentan seperti para orang tua, wanita, hingga anak-anak kecil. Jatuhnya korban jiwa dari kalangan yang tak berdaya dinilai mencederai rasa keadilan dan hukum internasional.
Selain menyoroti eskalasi kekerasan fisik, pemerintah Indonesia bersama Mesir menyatakan kecaman keras terhadap perluasan permukiman ilegal yang dilakukan di wilayah kedaulatan Palestina. Langkah sepihak tersebut dinilai Prabowo sebagai tindakan yang semakin memperburuk keadaan dan menjauhkan harapan bagi tercapainya perdamaian yang berkelanjutan.


