kalselupdate.id — Gelandang sepak bola Radja Nainggolan mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusannya memilih tim nasional Belgia ketimbang Indonesia pada awal karier profesionalnya. Pemain berusia 38 tahun tersebut menyatakan bahwa pada masa itu, ia tidak memiliki pertimbangan untuk memperkuat skuad Garuda lantaran minimnya pengenalan terhadap negara asal sang ayah.
Kondisi keluarga menjadi faktor utama yang membatasi kedekatan Nainggolan dengan Indonesia. Ayahnya diketahui meninggalkan keluarga saat Nainggolan masih berusia lima tahun, sehingga ia tumbuh besar tanpa terpapar budaya maupun lingkungan Indonesia secara mendalam. Ketiadaan ikatan emosional tersebut membuat pilihan untuk membela negara tersebut tidak pernah terbesit dalam benaknya saat ia pertama kali menembus level internasional bersama Belgia pada 2009.
“Saya tidak bisa bimbang soal tim nasional karena saya tidak mengenal negara itu. Budaya Indonesia tidak saya ketahui,” ujar Radja Nainggolan.
Perspektif Nainggolan terhadap Indonesia mulai berubah secara signifikan ketika ia mendapatkan kesempatan berkunjung ke tanah kelahiran ayahnya pada 2013. Dalam kunjungan tersebut, ia menjalani serangkaian kegiatan mulai dari tur dua pekan, memberikan pelatihan sepak bola kepada anak-anak, hingga menghadiri sesi wawancara di berbagai tempat. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal membuatnya mulai menikmati gaya hidup dan atmosfer yang ada di Indonesia.
Setelah melihat antusiasme suporter yang sangat tinggi di stadion serta potensi popularitas sepak bola tanah air, Nainggolan kini memiliki pandangan yang berbeda mengenai karier internasionalnya. Ia mengakui bahwa seandainya ia memiliki kedekatan atau kesempatan untuk memilih Indonesia sejak awal, ia berpotensi mencatatkan durasi karier internasional yang lebih panjang di level tim nasional.
Nainggolan menilai bahwa saat ini, membela tim nasional Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi seorang pemain, bahkan hingga masa pensiun tiba. Antusiasme besar dari para pendukung timnas yang selalu memadati stadion menjadi sorotan utamanya. Ia menyadari bahwa popularitas sepak bola di Indonesia telah berkembang pesat dan memberikan dampak positif bagi para pelaku olahraga di dalamnya.
Meski kini melihat potensi besar tersebut, Nainggolan tidak menampik bahwa ia mungkin akan mempertimbangkan pilihan yang berbeda jika bisa memutar kembali waktu dalam perjalanan kariernya. Namun, keputusan yang diambilnya pada masa lalu telah membawanya menjalani karier panjang di Eropa bersama Belgia. Pengalaman hidup yang ia peroleh di Indonesia pada 2013 pun menjadi titik balik yang membuka matanya terhadap akar budaya yang selama ini sempat terputus dari kehidupannya.


