kalselupdate.id — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi merilis imbauan keamanan terbaru dengan memperketat izin perjalanan udara bagi seluruh staf pemerintah dan warganya, menyusul eskalasi rentetan serangan yang dilancarkan kelompok Houthi ke fasilitas bandara di wilayah kerajaan tersebut. Langkah pencegahan ini diambil guna memastikan keselamatan personel diplomatik dan warga negara asing di tengah meningkatnya ancaman keamanan terhadap sektor transportasi udara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui kebijakan restriksi teranyar ini, setiap pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi kini diwajibkan secara mutlak mengantongi izin operasional khusus dari pihak perwakilan diplomatik sebelum memutuskan bepergian menggunakan moda transportasi penerbangan sipil dari maupun menuju bandara mana pun di wilayah Saudi.

“Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi,” demikian pernyataan Kedutaan Besar AS di Saudi sebagaimana dilaporkan AFP.

Pihak Kedutaan Besar AS menegaskan bahwa prosedur izin perjalanan tersebut secara ketat hanya akan diproses dan dikeluarkan oleh unit staf internal pemerintah AS. Selain memberlakukan aturan internal bagi staf diplomatik, imbauan kewaspadaan tingkat tinggi juga ditujukan kepada seluruh warga sipil AS yang tengah bermukim maupun berkunjung di Arab Saudi agar senantiasa berhati-hati serta sangat selektif saat menentukan jadwal dan bandara keberangkatan.

Pengetatan perjalanan diplomatik ini bertepatan dengan keputusan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi yang memperpanjang penangguhan seluruh aktivitas penerbangan komersial di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Penutupan infrastruktur penerbangan vital di ibu kota tersebut diperpanjang masa berlakunya hingga Kamis, 15 Oktober, akibat gelombang serangan proyektil dan drone kelompok Houthi.

Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian serangan yang menyasar kawasan bandara internasional tersebut dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak fatal dengan menelan sedikitnya 18 korban jiwa. Jumlah korban tewas tersebut mencakup 13 orang yang dilaporkan meninggal dunia pada gelombang serangan yang terjadi pada hari Sabtu (11/10).

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) secara resmi mengumumkan perpanjangan penangguhan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid sebagai langkah protektif yang tidak dapat dihindari. Manajemen otoritas menegaskan bahwa penundaan operasional bandara ini sangat diperlukan untuk merampungkan seluruh prosedur verifikasi keselamatan, memastikan kondisi fisik fasilitas penerbangan tetap aman, serta memulihkan kesiapan operasional secara menyeluruh sebelum layanan dibuka kembali bagi publik.

Dampak dari penghentian operasional ini juga dikonfirmasi langsung oleh kalangan industri aviasi internasional. Seorang sumber senior di bidang penerbangan yang memonitor rute ke kawasan Teluk menyatakan bahwa seluruh aktivitas penerbangan untuk maskapai telah disetop selama sisa hari kerja pekan ini, merujuk pada pemberitahuan resmi yang dikirimkan oleh regulator penerbangan sipil Arab Saudi pada hari Senin.

“Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan,” ujar sumber senior aviasi tersebut kepada AFP.

Penangguhan lalu lintas udara ini memicu penyesuaian rute berskala luas serta pembatalan jadwal penerbangan yang menghubungkan Riyadh dengan berbagai kota internasional lainnya. Situasi keamanan di sekitar bandara terus dipantau secara ketat oleh aparat berwenang seiring dengan langkah-langkah sterilisasi dan peninjauan fasilitas infrastruktur yang terdampak insiden tersebut.