kalselupdate.id — Pelatih tim nasional Portugal Jorge Jesus akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait keputusan mengejutkan kapten tim Cristiano Ronaldo yang memilih menyudahi kariernya bersama skuad internasional secara mendadak. Jesus menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa bersalah atas langkah radikal yang diambil oleh megabintang pemenang lima trofi Ballon d’Or tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pernyataan tersebut disampaikan Jesus dalam sesi jumpa pers pada Jumat siang waktu setempat, menyusul pengumuman resmi Ronaldo yang diunggah melalui sebuah rekaman video pada Kamis siang. Keputusan Ronaldo untuk tidak lagi memperkuat Portugal mengejutkan publik sepak bola dunia, mengingat namanya sebenarnya masih terdaftar dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional.

Menurut pemaparan Jesus, dirinya baru mengetahui keputusan tersebut bersamaan dengan masyarakat umum setelah video perpisahan Ronaldo beredar luas. Sebelum pengumuman resmi itu muncul, Jesus menganggap hubungan kerja dan koordinasi dalam tim berjalan seperti biasa, di mana sang penyerang kawakan masih tampil bertanding dan mencetak gol untuk skuad Portugal.

“Saya mengetahuinya pada saat yang sama dengan semua orang. Saya baru diberi tahu kemarin setelah video yang ia buat. Sampai saat itu, saya tidak tahu apa-apa karena ia masih bermain dan mencetak gol untuk skuad saya,” ujar Jorge Jesus.

Keputusan pensiun Ronaldo dari tim nasional diduga kuat dipicu oleh ketegangan yang terjadi antara dirinya dan sang pelatih pada periode bursa transfer serta pemusatan latihan terakhir. Gesekan bermula saat Portugal melakoni pertandingan melawan Norwegia, di mana Ronaldo tidak masuk dalam daftar XI utama namun diminta untuk tetap melakukan pemanasan di tepi lapangan.

Situasi memanas ketika Ronaldo pada akhirnya sama sekali tidak diturunkan hingga peluit panjang dibunyikan. Ketidakpuasan tersebut membuat sang megabintang meluapkan kemarahannya dan secara sepihak memutuskan langsung meninggalkan pemusatan latihan tim nasional menggunakan jet pribadinya tanpa menyelesaikan rangkaian program latihan bersama skuad.

Atas tindakan indisipliner meninggalkan pemusatan latihan secara prematur tersebut, Ronaldo sempat dijatuhi sanksi denda sebesar 255 euro. Pada awalnya, banyak pihak mengira insiden tersebut telah terselesaikan dan penyerang veteran itu masih akan tersedia untuk membela Portugal dalam lanjutan laga Nations League mendatang.

Namun, spekulasi tersebut terpatahkan ketika Ronaldo secara resmi mengakhiri masa pengabdiannya bersama tim nasional pada Kamis pagi. Meski menyadari bahwa perselisihan taktikal di pinggir lapangan mungkin mempercepat keputusan tersebut, Jesus menegaskan bahwa setiap taktik dan rotasi pemain diambil semata-mata demi kepentingan kolektif tim nasional Portugal.

Jesus menilai bahwa keputusan mundur tersebut sebenarnya sudah lama dipertimbangkan oleh Ronaldo jauh sebelum konflik di laga kontra Norwegia terjadi. Sang pelatih meyakini bahwa langkah untuk gantung sepatu dari level internasional memang cepat atau lambat akan diambil oleh Ronaldo pada masa pemanggilan kali ini atau pemanggilan berikutnya.

“Saya sama sekali tidak merasa bersalah atas kepergiannya. Mungkin saya mempercepat terjadinya hal ini, tetapi itu bukan kesalahan saya. Ia sudah memikirkan bahwa hal ini akan terjadi dan saya menghormati keputusannya,” tegas Jesus.

Lebih lanjut, Jesus menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengubah prinsip serta metode kepelatihannya hanya demi memuaskan individu tertentu. Selama satu setengah tahun memimpin skuad Portugal, Jesus mengaku telah menjalin hubungan persahabatan yang erat dengan Ronaldo, sehingga ia memilih untuk sepenuhnya menghormati keputusan pribadi sang pemain.

Pelatih berpengalaman tersebut menganggap dinamika masa lalu sudah tidak lagi relevan untuk diperdebatkan. Fokus utamanya saat ini adalah melangkah maju dan membawa tim nasional Portugal terus berkembang tanpa ketergantungan pada sosok Ronaldo, sembari mendoakan yang terbaik bagi karier profesional sang pemain di tingkat klub.