kalselupdate.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Trump menegaskan keyakinannya bahwa sang petahana tidak akan mengecewakan rakyatnya di tengah situasi geopolitik kawasan yang terus memanas.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam pernyataan tertulis itu, Trump secara lugas menyerukan masyarakat Israel untuk kembali memercayakan kepemimpinan negara kepada figur yang akrab disapa Bibi tersebut demi menjaga kesinambungan stabilitas nasional.
“Biarkan surat ini menjadi pernyataan dukungan penuh dan menyeluruh saya kepada Bibi Netanyahu dalam pencalonannya untuk kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Israel. Bibi Netanyahu tidak akan pernah mengecewakan Anda!” tegas Donald Trump.
Dalam pemaparannya, Trump melabeli Netanyahu sebagai sosok pemimpin pejuang yang tangguh sekaligus sekutu utama Amerika Serikat dalam konfrontasi melawan rezim Iran. Konflik bersenjata antara kedua kubu tercatat mulai pecah pada akhir Februari lalu melalui gelombang serangan udara berskala masif yang menyasar target-target strategis di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan geopolitik tersebut kemudian meluas setelah Teheran melancarkan aksi balasan dengan memblokir jalur pasokan energi global yang melintasi Selat Hormuz. Aksi saling serang dan hambatan navigasi di jalur pelayaran vital ini kian memperkeruh stabilitas pasokan energi dunia serta meningkatkan eskalasi militer antarnegara secara signifikan.
Trump memperingatkan bahwa tanpa kepemimpinan Netanyahu di Israel, Amerika Serikat berisiko menghadapi seluruh ancaman dari Iran seorang diri. Mantan presiden AS tersebut juga menyinggung retorika permusuhan yang menurutnya telah digaungkan otoritas Iran selama 51 tahun terakhir terkait seruan penghancuran terhadap apa yang mereka sebut sebagai Setan Kecil dan Setan Besar.
Menurut kalkulasi Trump, jika Israel dipimpin oleh figur yang keliru di luar Netanyahu, Washington terpaksa harus menangani persoalan pelik tersebut tanpa mitra andalan di garis depan. Ia menegaskan keengganannya untuk melangkah sendirian, seraya menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis dari Israel yang selama ini telah menerima banyak sokongan dari Amerika Serikat.
Merespons gelombang dukungan terbuka dari Washington, Benjamin Netanyahu langsung menyambut positif pernyataan tersebut melalui akun resminya di media sosial X. Pemimpin Israel tersebut mengapresiasi keharmonisan kerja sama bilateral yang telah terjalin erat selama menghadapi situasi genting di kawasan.
“Terima kasih, Presiden Trump, atas dukungan luar biasa Anda dan kerja sama kita. Bersama-sama, kita akan menyelesaikan misi ini!” ujar Benjamin Netanyahu.
Sokongan moral dari figur nomor satu di Amerika Serikat ini hadir pada momentum penting bagi Netanyahu, yang berstatus sebagai perdana menteri terlama dalam catatan sejarah politik Israel. Di tengah ketatnya persaingan elektoral untuk mempertahankan mandat kekuasaan, restu politik dari Gedung Putih dipandang memperkuat posisi Netanyahu menjelang pemungutan suara akhir Oktober.


