kalselupdate.id — TNI berhasil menangkap Wakil Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya, Zakarias Fatem, di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Penangkapan tersebut dilakukan di Aifat Timur pada Rabu (14/10) setelah melalui rangkaian operasi pengamanan di wilayah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasca-penangkapan, Zakarias Fatem menyatakan sikap secara terbuka untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah ini diambil setelah yang bersangkutan menyadari bahwa upaya perlawanan bersenjata tidak memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua, melainkan justru menciptakan ketidakstabilan di daerah tersebut.

“Wakil panglima Kodap IV OPM Sorong Raya, Zakarias Fatem ditangkap TNI dan menyatakan diri kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Komandan Satgas Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Zakarias juga memberikan instruksi kepada seluruh anggota serta simpatisan OPM yang masih berada di lapangan agar segera menyerahkan diri. Ia meminta agar mereka meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi sebelum aparat keamanan mengambil tindakan tegas di lapangan.

Keputusan Zakarias untuk berpaling dari kelompoknya dipicu oleh pengamatan pribadinya terhadap kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah yang bebas dari aktivitas OPM. Ia mengakui bahwa peningkatan taraf hidup rakyat tidak mungkin dicapai melalui aksi teror maupun kekerasan bersenjata, melainkan melalui kedamaian dan pembangunan yang terintegrasi dengan pemerintah pusat.

Sebelum penangkapan Zakarias, situasi di Distrik Aifat Timur sempat mengalami eskalasi. Pada Jumat (9/10), satgas gabungan TNI terlibat dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV Sorong Raya di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat. Dalam insiden tersebut, komandan OPM bernama Manfret Fatem dilaporkan tewas bersama dengan dua orang anak buahnya.

Keberhasilan aparat dalam mengamankan Zakarias Fatem dianggap sebagai langkah signifikan dalam menekan angka konflik bersenjata di wilayah Papua Barat Daya. Pihak TNI berharap kesadaran yang ditunjukkan oleh Zakarias dapat menjadi momentum bagi anggota kelompok lainnya untuk menempuh jalan yang sama demi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.

Hingga saat ini, aparat keamanan terus melakukan pengawasan intensif di sejumlah titik rawan di Kabupaten Maybrat untuk mencegah adanya aktivitas kelompok bersenjata yang dapat mengancam keselamatan warga sipil. Fokus utama TNI tetap pada upaya persuasif namun tegas guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga.