kalselupdate.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup terkoreksi 1,33 persen ke level 5.863,78 setelah sempat mencatatkan penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aktivitas perdagangan di pasar modal domestik terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 352,53 juta lot. Total nilai transaksi yang dibukukan sepanjang hari mencapai sekitar Rp13,53 triliun, yang mencerminkan tingginya volatilitas di tengah tekanan jual yang mendominasi pasar.

Data perdagangan menunjukkan sentimen negatif menyelimuti mayoritas saham emiten. Tercatat sebanyak 567 saham mengalami pelemahan harga, sementara 120 saham cenderung stagnan. Hanya terdapat 108 saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan mencatatkan penguatan di tengah arus koreksi indeks secara keseluruhan.

Berbeda dengan tren pelemahan indeks yang didominasi pelaku pasar domestik, investor asing justru mengambil langkah strategis dengan melakukan aksi beli bersih atau net foreign buy. Secara akumulatif, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp567,96 miliar di seluruh pasar yang terdiri dari pasar reguler senilai Rp520,03 miliar serta pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp47,93 miliar.

Aksi beli oleh investor asing ini terfokus pada sepuluh emiten berkapitalisasi pasar besar hingga saham yang aktif ditransaksikan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diborong dengan nilai beli bersih mencapai Rp286,10 miliar. Posisi selanjutnya diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai beli bersih Rp78,35 miliar.

Selain sektor perbankan, minat investor asing juga menyasar sektor energi dan infrastruktur. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatatkan nilai beli bersih Rp53,33 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp42,95 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp34,26 miliar.

Daftar saham yang masuk dalam jajaran net foreign buy lainnya adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dengan nilai Rp24,79 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp24,70 miliar. Selain itu, investor asing juga mengakumulasi saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) sebesar Rp21,02 miliar, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) Rp19,83 miliar, serta PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) senilai Rp18,93 miliar.

Kondisi pasar yang melemah ini menunjukkan adanya tekanan jual dari investor lokal, namun akumulasi yang dilakukan pihak asing di sejumlah saham unggulan memberikan indikasi kepercayaan terhadap fundamental emiten tertentu. Pergerakan ini sekaligus menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi indeks yang masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global maupun domestik yang berkembang saat ini.