kalselupdate.id — Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, memberikan evaluasi mendalam mengenai penampilan pemain asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, usai timnya mengalami kekalahan dari IBK Altos. Dalam pertandingan pertama Liga Voli Korea yang berlangsung pada Selasa (3/11), Hillstate harus menyerah tiga set langsung dengan skor 0-3 dari sang lawan.
Performa Megawati dalam laga pembuka tersebut dinilai belum berada pada tingkat maksimal. Mantan penggawa Red Sparks itu tercatat hanya mampu menyumbangkan tujuh poin sepanjang pertandingan. Catatan tersebut terbilang cukup minim apabila dibandingkan dengan potensi serta rekam jejak kontribusi poin yang biasa ia perlihatkan di atas lapangan.
Mengomentari hal tersebut, Kang Sung-hyung menilai kekalahan tim asuhannya tak lepas dari skema permainan yang terlalu mudah dibaca oleh lawan. Pola serangan yang monoton membuat IBK Altos dengan mudah mengantisipasi setiap pergerakan dan menutup ruang tembak para pemain Hillstate, termasuk Megawati.
“Tim lawan dapat dengan mudah memanfaatkan situasi karena permainan kami mudah ditebak. Mega bukanlah tipe pemain yang mengandalkan kekuatan atau jangkauan seperti Silva atau Moma,” ujar Kang Sung-hyung.
Menurut Kang, karakteristik permainan Megawati sangat bergantung pada alur distribusi bola yang matang dari rekan-rekannya. Tidak seperti beberapa legiun asing lain yang mengandalkan dominasi fisik atau jangkauan lompatan yang sangat tinggi, gaya bertanding Megawati membutuhkan dukungan ritme tim yang padu agar bisa mengeksekusi peluang secara optimal.
Kang kemudian membandingkan situasi saat Megawati masih membela Red Sparks pada musim sebelumnya. Pada klub terdahulunya tersebut, alur serta variasi umpan antar-pemain berjalan sangat dinamis dan lancar, sehingga mampu menciptakan efek sinergi yang luar biasa bagi ketajaman serangan Megawati di lini depan.
Sebaliknya, situasi ideal tersebut belum sepenuhnya terbentuk di skuad Hyundai Hillstate saat ini. Umpan-umpan yang mengalir ke arah Megawati dinilai belum memanjakan sang pemain, sehingga efektivitas gempurannya berkurang dan membuat sang pevoli mengalami kesulitan untuk menembus benteng pertahanan lawan yang sudah bersiap.
“Pada era Red Sparks, distribusi bola di antara para pemain berjalan dengan baik sehingga menciptakan efek sinergis. Namun karena hal itu belum terlihat saat ini, mereka pun mengalami kesulitan,” tutur pelatih Hyundai Hillstate tersebut.
Meskipun harus mengawali kompetisi dengan hasil yang kurang memuaskan, Kang menegaskan bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara. Ia mengaku tetap optimistis situasi dan performa seluruh jajaran pemain Hyundai Hillstate akan terus membaik seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jam terbang pertandingan.
Juru taktik Hyundai Hillstate tersebut membeberkan bahwa para pemain, termasuk Megawati dan rekan-rekan setimnya, saat ini masih dalam proses meningkatkan ketahanan serta kondisi fisik. Selain faktor kebugaran, masalah koordinasi dan kekompakan tim di dalam lapangan juga terus dibenahi secara intensif oleh staf pelatih.
Di samping faktor fisik dan skema taktik, tekanan mental pada laga pembuka disinyalir turut memengaruhi penampilan para pemain. Beban ekspektasi yang tinggi di awal musim membuat para pemain belum sanggup mengeksekusi rencana permainan yang sudah disusun sebelum laga secara maksimal.
Kang menegaskan bahwa fase adaptasi dan perbaikan kondisi fisik ini merupakan proses penting yang wajib dilewati oleh seluruh anggota tim. Dengan perbaikan kualitas umpan serta kelancaran distribusi bola pada laga-laga mendatang, ia meyakini Megawati dan Hyundai Hillstate akan segera menemukan bentuk permainan terbaik mereka di Liga Voli Korea.


