kalselupdate.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menerima penyerahan usulan nama-nama tokoh bangsa yang direkomendasikan mendapat gelar Pahlawan Nasional. Pertemuan tersebut digelar secara tertutup sebagai bagian dari persiapan menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Sekretariat Kabinet pada Rabu, pertemuan penting ini turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam kesempatan itu, Fadli Zon memaparkan hasil penyaringan figur-figur yang dinilai berkontribusi besar bagi perjalanan sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia.
“Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan terkait usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa dalam rangka peringatan Hari Pahlawan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Teddy menjelaskan bahwa usulan calon penerima pahlawan nasional tidak ditentukan secara mendadak, melainkan wajib menempuh serangkaian penelitian dan pengkajian mendalam secara berjenjang. Tahapan seleksi awal dimulai dari tingkat daerah melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi.
Setelah lulus verifikasi di tingkat daerah, berkas pengusulan diserahkan kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Pada tahap pusat ini, rekam jejak, dokumen sejarah, serta keabsahan data dari para tokoh diperiksa secara ketat oleh tim ahli, akademisi, dan sejarawan.
Hasil kajian menyeluruh dari tim pusat tersebut kemudian dibawa ke sidang pleno Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk dirumuskan sebagai daftar final rekomendasi. Daftar nama pilihan inilah yang akhirnya disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo untuk mendapatkan keputusan akhir.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses negara dalam memberikan penghargaan atas jasa dan pengabdian para tokoh bangsa, serta menjaga penghormatan terhadap sejarah perjuangan Indonesia,” ujar Teddy.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional merupakan tradisi tahunan negara Indonesia setiap memperingati Hari Pahlawan. Melalui penetapan resmi dari Presiden, negara memberikan penghormatan tertinggi sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat atas keteladanan dan rekam jejak perjuangan para tokoh di berbagai daerah.


