kalselupdate.id — Tim medis Pelabuhan Merak langsung bergerak cepat menangani para penumpang KMP Batumandi yang berhasil dievakuasi ke dermaga eksekutif setelah kapal tersebut mengalami insiden kebakaran saat hendak bersandar pada Selasa (20/10/2026). Proses evakuasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan keselamatan seluruh penumpang yang sempat terjebak dalam situasi darurat di perairan Cilegon tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak tampak sibuk dengan kedatangan para penumpang yang baru saja turun dari kapal nelayan maupun sarana evakuasi lainnya. Setibanya di ruang tunggu penumpang, petugas segera melakukan pendataan identitas serta pengecekan kondisi kesehatan bagi mereka yang mengeluhkan gangguan fisik maupun psikis akibat insiden yang terjadi secara mendadak tersebut.

Tim medis yang telah disiagakan di area pelabuhan terlihat membawa berbagai peralatan darurat, termasuk tabung oksigen dan beragam obat-obatan untuk pertolongan pertama. Fokus utama petugas adalah memberikan bantuan pernapasan kepada penumpang yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal yang sempat membumbung tinggi dari area kapal saat kebakaran terjadi.

Salah satu penumpang dilaporkan mendapatkan penanganan khusus karena mengalami cedera pada bagian tangan, sementara beberapa lainnya harus dibantu menggunakan alat pernapasan tambahan untuk menstabilkan kondisi mereka. Petugas kesehatan terus berkeliling di area ruang tunggu untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dari pemeriksaan medis awal sebelum mereka diperbolehkan pulang atau dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat jika diperlukan.

Kondisi kepanikan saat api mulai menyebar diceritakan oleh salah satu penumpang bernama Zulhaedi, yang menyaksikan langsung bagaimana orang-orang berupaya menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Ia mengungkapkan bahwa situasi di atas dek kapal menjadi sangat kacau ketika asap hitam mulai menutupi pandangan, membuat banyak penumpang merasa terdesak untuk segera meninggalkan kapal.

“Ibu-ibu, bayi, loncat gitu kan. Ada yang apa namanya, keseleo, ada yang sampai bawah struck, syok. Ada yang pingsan, ada ibu-ibu,” ujar Zulhaedi saat menceritakan suasana mencekam di atas kapal.

Zulhaedi menambahkan bahwa aksi nekat sejumlah penumpang yang melompat ke laut dipicu oleh rasa takut yang luar biasa akan kemungkinan api yang semakin membesar di area kapal. Beberapa di antara mereka akhirnya mengalami cedera fisik seperti keseleo hingga jatuh pingsan karena mengalami syok berat saat proses penyelamatan berlangsung secara dramatis di tengah laut.

Menariknya, bantuan pertama justru datang dari para nelayan yang sedang beraktivitas di sekitar perairan Merak saat melihat kepulan asap dari KMP Batumandi yang akan bersandar. Kapal-kapal nelayan tersebut segera merapat ke lambung kapal untuk membantu mengevakuasi penumpang yang sudah berada di air maupun yang masih menunggu bantuan di pinggir dek kapal yang terbakar.

Proses evakuasi awal tersebut berlangsung secara swadaya di mana para penumpang berupaya saling membantu satu sama lain untuk turun ke kapal-kapal kecil milik nelayan setempat. Peran masyarakat pesisir ini dinilai sangat krusial dalam mempercepat proses penyelamatan sebelum bantuan resmi dari otoritas pelabuhan dan tim SAR tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan lebih lanjut secara prosedural.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pendataan mendalam mengenai total jumlah penumpang yang ada di dalam manifes KMP Batumandi guna memastikan semua orang telah terevakuasi. Penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran juga akan segera dilakukan oleh pihak terkait setelah kondisi kapal dinyatakan benar-benar aman dan seluruh proses penanganan penumpang selesai dilaksanakan sepenuhnya di dermaga eksekutif.