kalselupdate.id — Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mendalami kasus dugaan penggunaan sebuah rumah dinas di Kompleks Komando Pusat Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang dijadikan sebagai markas aktivitas judi online. Penyelidikan intensif ini dilakukan setelah aparat keamanan mengamankan belasan orang dan menyita puluhan unit perangkat komputer di lokasi kejadian pada awal Oktober 2026. Langkah cepat ini diambil oleh pihak TNI AD guna merespons laporan masyarakat serta menjaga integritas lingkungan militer dari segala bentuk aktivitas ilegal.
Kasus ini pertama kali mencuat dan menjadi perhatian publik setelah sebuah rekaman video beredar luas di media sosial. Berdasarkan narasi yang diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetzen2, perekaman video tersebut dilakukan pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, di salah satu rumah di dalam Kompleks KPAD Cijantung. Di dalam video tersebut, perekam memperlihatkan situasi sebuah ruangan yang dipenuhi oleh deretan komputer dengan sejumlah orang yang sedang beraktivitas di dalamnya, yang diduga kuat sebagai operator situs judi online.
Merespons keresahan masyarakat dan informasi yang beredar di dunia maya tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Mayjen Muhammad Nas menyatakan bahwa jajaran TNI langsung bergerak cepat untuk melakukan penelusuran secara mendalam guna mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Sedang didalami. Semua diperiksa,” kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat memberikan konfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Mayjen Muhammad Nas menambahkan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua pihak yang diduga terlibat atau mengetahui aktivitas tersebut. Pemeriksaan tidak hanya menyasar warga sipil yang ditemukan di lokasi, melainkan juga melibatkan pemeriksaan terhadap oknum anggota TNI yang terkait dengan kepemilikan atau pengelolaan rumah dinas yang bersangkutan demi transparansi proses hukum.
Sikap tegas juga ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi TNI Angkatan Darat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan jaminan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di lingkungan militer. Jenderal Maruli memastikan bahwa jajaran Angkatan Darat akan selalu merespons setiap aduan dari masyarakat dengan cepat dan tanpa pandang bulu.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat. Sudah pasti cepat, kalau kita cepat lah,” tegas Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dalam perkembangan penindakan di lapangan, aparat keamanan mengonfirmasi telah mengamankan sebanyak 11 orang dari lokasi yang diduga menjadi tempat pengoperasian judi online tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa seluruh orang yang diamankan tersebut merupakan warga sipil, yang terdiri atas enam orang laki-laki dan lima orang perempuan. Mereka diduga kuat berperan sebagai operator yang menjalankan aktivitas ilegal tersebut sehari-hari.
Selain mengamankan belasan terduga operator, petugas gabungan juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya aktivitas judi online berskala rumah tangga di dalam kompleks militer. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah 32 unit komputer, 14 unit telepon seluler, serta 9 kartu tanda penduduk (KTP) milik para terduga pelaku. Seluruh warga sipil beserta barang bukti tersebut kemudian langsung dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Brigjen TNI Donny Pramono memaparkan bahwa terbongkarnya kasus ini berawal dari kepekaan dan kepedulian warga sekitar kompleks KPAD Cijantung. Warga menaruh kecurigaan yang besar terhadap adanya aktivitas yang tidak wajar dan mencurigakan di salah satu rumah dinas tersebut, di mana banyak orang tidak dikenal keluar masuk dan adanya deretan komputer dalam jumlah yang tidak biasa untuk ukuran sebuah rumah tinggal.
Mendapat laporan dari warga, personel dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur bersama dengan unsur kewilayahan setempat langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) beserta seluruh orang dan barang bukti di dalamnya. Guna kepentingan penyelidikan dan menjaga status quo tempat kejadian, petugas memasang garis polisi di sekeliling rumah dinas tersebut serta memadamkan aliran listriknya.
Penindakan tegas ini sekaligus menjadi bukti komitmen kuat dari jajaran TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah untuk memberantas segala bentuk praktik judi online di Indonesia, terlebih jika aktivitas tersebut mencoba menyusup ke dalam lingkungan dinas militer. TNI AD mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungan mereka dan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat.


