kalselupdate.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang kawasan Tibet, China, dan mengakibatkan setidaknya 16 orang meninggal dunia serta 32 orang lainnya mengalami luka-luka. Bencana alam yang terjadi di wilayah pegunungan tersebut juga menghancurkan ratusan bangunan pemukiman warga setempat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh lembaga penanggulangan bencana dan kantor berita pemerintah Xinhua, lebih dari 300 unit rumah warga dilaporkan runtuh diterjang guncangan hebat tersebut. Hingga saat ini, para pejabat setempat beserta tim tanggap darurat masih terus melakukan pendataan, asesmen kerusakan, serta penanganan evakuasi korban di lokasi kejadian.

Laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat bahwa pusat gempa atau episentrum berada pada kedalaman dangkal, yaitu sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah. Lokasi spesifik episentrum berada di wilayah administratif Maru, yang masuk dalam cakupan Kabupaten Baqen, kawasan pegunungan Tibet.

Pusat gempa ini berjarak kurang lebih 190 kilometer di sebelah timur laut Nagqu, serta berjarak sekitar 390 kilometer di sebelah timur laut Lhasa, ibu kota Wilayah Otonomi Tibet. Karena pusat gempa tergolong dangkal, dampak guncangan terasa amat kuat hingga radius yang relatif luas di area sekitarnya.

Menyikapi situasi mendesak tersebut, pemerintah setempat segera mengambil langkah tanggap darurat untuk menekan jumlah korban dan dampak kerusakan. Xinhua mengonfirmasi bahwa otoritas terkait telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat bencana gempa bumi tingkat II di seluruh wilayah terdampak.

Guncangan keras gempa dirasakan langsung oleh warga maupun jajaran pejabat di pusat pemerintahan daerah setempat. Bangunan perkantoran hingga fasilitas umum dilaporkan mengalami retakan serius akibat getaran yang terjadi secara mendadak tersebut.

blockquote>“Guncangan gempa terasa sangat jelas di kantor pemerintahan setempat, yang mengakibatkan dinding-dinding bangunan mengalami retakan,” ungkap Wakil Kepala Wilayah Tibet, Lhawang Dagpo.

Selain merusakkan struktur bangunan rumah dan fasilitas publik, bencana ini juga melumpuhkan sektor infrastruktur vital. Jaringan pasokan listrik serta jalur komunikasi dan telekomunikasi di wilayah ibu kota kabupaten dilaporkan terputus dan mengalami gangguan parah sesaat setelah gempa menghentak.

Peristiwa gempa bumi skala besar memang tercatat relatif sering melanda kawasan daratan Tiongkok, khususnya di daerah-daerah yang dilintasi sesar aktif pegunungan. Sebelum insiden terbaru ini, wilayah pedesaan Tingri di Tibet juga pernah dihantam gempa mematikan pada Januari 2025 yang menelan sedikitnya 126 korban jiwa. Tim penyelamat kini terus berupaya menembus titik-titik lokasi terisolasi guna menyalurkan bantuan medis serta logistik bagi para pengungsi.