kalselupdate.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau pada Kamis (22/10/2026) dengan kenaikan 59,54 poin atau 1,12 persen ke level 5.387,91. Kinerja positif ini tercapai meski indeks sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam hingga anjlok lebih dari 2 persen saat pembukaan perdagangan pagi.
Aktivitas di lantai bursa berlangsung cukup intens dengan volume transaksi yang mencapai 331,29 juta lot saham. Total nilai transaksi yang dibukukan selama perdagangan hari itu tercatat sebesar Rp15,31 triliun, yang mencerminkan tingginya minat pelaku pasar dalam melakukan rotasi portofolio di tengah volatilitas indeks.
Di balik penguatan indeks tersebut, investor asing justru terpantau gencar melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell dengan nilai yang cukup signifikan. Secara akumulatif, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,49 triliun di seluruh pasar, yang terdiri dari Rp1,47 triliun di pasar reguler serta sekitar Rp15,82 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Fenomena ini menunjukkan adanya divergensi antara pergerakan indeks domestik yang menguat dengan arus modal asing yang cenderung keluar. Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar menjadi sasaran utama aksi lepas kepemilikan oleh investor asing sepanjang hari perdagangan tersebut.
Berdasarkan data perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp966,11 miliar. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai jual bersih sebesar Rp355,39 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp269,82 miliar.
Selain sektor perbankan, saham-saham dari sektor telekomunikasi, komoditas, hingga konsumer juga tidak luput dari aksi jual asing. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp125,65 miliar, diikuti oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp117,82 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp107,38 miliar.
Daftar saham yang dilepas investor asing lainnya meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp84,24 miliar, PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp68,61 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp63,44 miliar, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan angka Rp62,30 miliar.
Kondisi pasar yang tetap bertahan di zona hijau meski ditekan oleh arus keluar modal asing menunjukkan adanya dukungan dari investor domestik yang mampu menyerap tekanan jual tersebut. Stabilitas ini menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat tren pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya di tengah sentimen global yang dinamis.


