kalselupdate.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Arjuno-Welirang di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terus meluas hingga mencapai total area terdampak seluas 736,8 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengonfirmasi bahwa kobaran api yang pertama kali muncul pada Jumat (16/10) di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, tersebut belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga Rabu (21/10) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa luas lahan yang terbakar diprediksi masih bisa bertambah mengingat api yang belum sepenuhnya terkendali. Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab utama kebakaran yang telah meluluhlantakkan vegetasi di kawasan tersebut.

“Area yang terbakar 736,8 hektare, data dapat berkembang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno.

Meskipun area kebakaran cukup luas, BPBD Jatim memastikan bahwa aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung. Jarak titik api saat ini terpantau berada pada rentang 2 hingga 3 kilometer dari pemukiman warga terdekat. Tim gabungan telah mengambil langkah preventif dengan memasang sekat bakar di sekitar area Pecalukan dan Bukit Limas guna mengantisipasi pergerakan api yang mengarah ke arah Tretes agar tidak menjangkau perkampungan penduduk.

Upaya pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat karena medan yang sangat terjal dan sulit diakses kendaraan bermotor. Sebanyak 64 personel gabungan bersama 40 petugas dari UPT Tahura R Soerjo dikerahkan untuk memadamkan api secara manual di titik-titik yang bisa dijangkau. Tim terbagi ke berbagai sektor, termasuk Bukit Lali Jiwo dan Bukit Torong Bunder Sajen, namun mereka harus mendaki dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi titik api di punggungan gunung.

Data satelit SiPongi mencatat masih terdapat 53 titik panas di wilayah Arjuno-Welirang, dengan satu titik di antaranya memiliki skala intensitas tinggi. Sementara itu, pemantauan terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Mojokerto dari Pos Pendakian Bukit Cendono untuk memantau pergerakan api secara real-time. Koordinasi lintas wilayah terus diperkuat demi memastikan penanganan yang terintegrasi di seluruh titik terdampak.

Selain di kawasan Arjuno-Welirang, fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Api di wilayah tersebut terdeteksi sejak Kamis (15/10) dan hingga kini tim gabungan masih memantau titik api mulai dari Pos Mata Air 2 hingga blok Penyonsonan. Asap tebal bahkan terpantau menyelimuti area Puncak Gunung Argopuro, menambah daftar panjang tantangan pemadaman akibat vegetasi kering yang mudah terbakar.

Kondisi geografis yang ekstrem di Gunung Argopuro menyebabkan tim kesulitan melakukan pemadaman manual secara efektif. Sebagian besar area yang terbakar di sana didominasi oleh rumput, semak belukar, dan cemara gunung. Hingga saat ini, pihak BPBD belum dapat memastikan total luasan lahan yang terbakar di wilayah tersebut, namun fokus utama petugas tetap pada upaya pemantauan dan pencegahan agar api tidak merambat ke area yang lebih luas.