kalselupdate.id — Harga emas dunia di pasar spot kembali menembus level psikologis US$4.000 per ous pada perdagangan Rabu (4/11). Kenaikan ini terjadi setelah Partai Demokrat dipastikan memenangkan kendali atas Kongres Amerika Serikat dalam pemilihan umum midterm. Lonjakan harga emas hingga 2,5 persen ke kisaran US$4.030 per ous tersebut menandai kenaikan intraday tertinggi sejak Agustus 2026 dan menjadi sinyal pemulihan signifikan setelah sempat terpuruk di level US$3.870 per ous pada akhir Oktober lalu.
Pergerakan positif emas ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS dan penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Investor menilai kemenangan Partai Demokrat di Kongres akan membatasi agenda fiskal pemerintahan Presiden Donald Trump, sehingga mengurangi kebutuhan penerbitan utang negara baru. Sentimen tersebut secara langsung menekan yield obligasi tenor 10 tahun yang sempat turun sebesar 7 basis poin ke level 4,89 persen pada hari yang sama.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) merosot ke level terendah dalam satu bulan terakhir di angka 101,41. Pelemahan dolar terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pengetatan regulasi kecerdasan buatan atau AI yang berpotensi memperlambat laju ekonomi Amerika Serikat. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil tetap, emas menjadi pilihan utama investor saat yield obligasi rendah dan nilai tukar dolar AS melemah.
Sebelum mencatatkan penguatan ini, harga logam mulia tersebut sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam dengan penurunan hampir 7 persen sepanjang Oktober 2026. Kala itu, harga emas sempat terperosok di bawah level US$4.000 per ous akibat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed seiring dengan kembali memanasnya inflasi serta lonjakan harga minyak mentah Brent di pasar internasional.
Kenaikan harga emas turut memberikan dampak positif pada kinerja saham emiten pertambangan emas di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (4/11). Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kenaikan 8,33 persen, diikuti oleh PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar 6,75 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 3,57 persen, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) menguat 2,91 persen. Namun, tren berbeda dialami PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang justru terkoreksi 6,67 persen.
Analis pasar mencatat bahwa volatilitas harga emas ke depan akan sangat bergantung pada dua faktor kunci, yakni data inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, perkembangan geopolitik terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi perhatian utama, mengingat harga minyak Brent yang sempat tinggi mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan ke kisaran US$104 per barel.
Sementara itu, dinamika korporasi di dalam negeri turut mewarnai pasar modal, termasuk rencana pemecahan nilai saham atau stock split PT Paragon Karya Perkasa (PKPK) dengan rasio 1:10. Perusahaan tersebut juga tengah merampungkan akuisisi tahap kedua atas PT Deli Pratama Angkutan Laut senilai Rp722,2 miliar guna memperkuat rantai pasok logistik batu bara. Seluruh rencana strategis tersebut dijadwalkan untuk dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Desember 2026.
Di sektor lain, manajemen ESSA Industries Indonesia mengonfirmasi perpanjangan kontrak pasokan gas untuk pabrik amonia mereka hingga 20 tahun ke depan. Meskipun kinerja kuartalan sempat tertekan oleh keterbatasan pasokan sulfur, perusahaan memproyeksikan adanya pemulihan harga jual pada akhir tahun 2026 seiring dengan masuknya musim pembelian pupuk.
Perkembangan di sektor perbankan dan teknologi juga menjadi sorotan, terutama terkait gangguan layanan transaksi digital pada Bank MNC Internasional (BABP). Pihak manajemen telah mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut sedang dalam proses pemulihan dan memastikan tidak ada dampak material yang signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Proses pemulihan layanan dilakukan secara intensif untuk meminimalisir kendala bagi nasabah yang terdampak.
Di ranah hukum, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Asep Safrudin, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus dugaan penyadapan tidak prosedural yang melibatkan anggota kepolisian. Pihak kepolisian telah menetapkan tiga anggota Polri berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
“Kami telah menetapkan tiga anggota kepolisian sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan tanpa prosedur yang sah,” tegas Kepala Bareskrim Polri, Asep Safrudin.
Penyidikan kasus ini terus berlanjut dengan pendalaman keterangan dari saksi-saksi lainnya. Selain ketiga tersangka, pihak kepolisian juga mencatat adanya satu individu berinisial SU yang hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara. Langkah hukum ini menjadi bagian dari upaya penegakan disiplin dan transparansi di tubuh institusi kepolisian terkait insiden yang melibatkan pejabat tinggi negara tersebut.


