kalselupdate.id — Aksi penyampaian aspirasi sekelompok masyarakat yang menolak penyelenggaraan konser penyanyi legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir dengan kericuhan pada Selasa malam. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 33 orang mengalami luka-luka, yang terdiri dari personel TNI, anggota kepolisian, hingga warga sipil yang berada di lokasi kejadian saat ketegangan memuncak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis intensif dari tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya yang disiagakan di lapangan. Hingga saat ini, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan pertama, namun masih terdapat tiga orang yang harus menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit akibat cedera yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
Luka-luka yang diderita oleh puluhan korban tersebut umumnya disebabkan oleh hantaman benda tumpul seperti lemparan batu dan kayu yang dilakukan oleh massa aksi. Selain luka fisik akibat benda tumpul, sejumlah orang juga dilaporkan mengalami kondisi sesak napas akibat terimpit di tengah kerumunan massa yang tidak terkendali saat melakukan desakan terhadap barikade petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk lokasi acara.
“Setelah pelemparan batu, ada 33 petugas yang terluka, termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Selain aparat keamanan dan masyarakat umum, tokoh masyarakat Bahar bin Smith juga dilaporkan turut berada di lokasi dan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, luka yang dialami oleh Bahar bin Smith diduga berasal dari lemparan batu yang datang dari arah kelompok massa aksi itu sendiri. Kejadian ini terjadi ketika posisi massa sedang berdesakan dan terjadi pelemparan dari barisan belakang yang justru mengenai rekan mereka di barisan depan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tim medis dari Dokkes tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada Bahar bin Smith meskipun cedera tersebut diklaim berasal dari kelompok internal pengunjuk rasa. Dokumentasi mengenai penanganan medis terhadap yang bersangkutan telah dikantongi oleh pihak berwenang sebagai bagian dari prosedur operasional standar dalam mendata seluruh korban yang jatuh selama peristiwa kericuhan berlangsung di kawasan Kemayoran.
Kronologi aksi penolakan ini dimulai sejak Selasa sore, di mana gelombang pertama massa berjumlah sekitar 300 orang mendatangi kawasan JIExpo sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB. Kelompok pertama ini sempat membubarkan diri secara tertib pada pukul 18.00 WIB setelah menyampaikan aspirasi mereka. Namun, situasi kembali memanas ketika gelombang massa baru mulai berdatangan dari berbagai wilayah seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, hingga rombongan dari Bogor yang membawa tuntutan serupa.
Petugas keamanan sebenarnya telah berupaya melakukan langkah persuasif dengan memfasilitasi pertemuan antara pihak penolak konser dan panitia penyelenggara sebanyak tiga kali sepanjang hari tersebut. Namun, proses audiensi tidak membuahkan kesepakatan karena kedua belah pihak tetap pada pendirian masing-masing terkait pelaksanaan konser. Ketidakhadiran titik temu inilah yang memicu eskalasi emosi massa hingga berujung pada aksi pelemparan ke arah petugas keamanan yang sedang bertugas memberikan pelayanan pengamanan.
Pengamanan di lokasi melibatkan kolaborasi antara Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, serta personel TNI dari Kodim setempat guna memastikan situasi tidak semakin meluas. Meski sempat terjadi ketegangan yang cukup hebat dan mengakibatkan puluhan orang terluka, aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani dua kegiatan yang berjalan bersamaan, yakni aksi unjuk rasa di luar area dan konser musik yang berlangsung di dalam gedung.
Konser Andrea Bocelli sendiri dilaporkan tetap berlangsung sesuai jadwal mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB di bawah penjagaan ketat aparat gabungan. Menjelang tengah malam, petugas akhirnya berhasil membubarkan seluruh kerumunan massa secara bertahap sehingga situasi di sekitar JIExpo Kemayoran kembali kondusif. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada individu yang diamankan terkait aksi kericuhan tersebut, namun penyelidikan terhadap dalang kekerasan tetap berjalan.
Tim Biddokkes Polda Metro Jaya terus melakukan pemantauan terhadap tiga korban yang masih menjalani rawat inap untuk memastikan kondisi mereka segera stabil. Kepolisian juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar ke depannya menyampaikan aspirasi melalui jalur yang damai dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna menghindari jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.


