kalselupdate.id — Penyanyi sekaligus rapper internasional, Kanye West, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi warganet mengenai penampilannya di Jakarta. Sebuah video yang beredar di media sosial X memperlihatkan Ye, sapaan akrabnya, sedang membawakan lagu hit berjudul “Heartless” dengan ekspresi wajah yang dianggap serius oleh sebagian penonton. Video tersebut memicu diskusi di jagat maya, di mana beberapa pihak berspekulasi bahwa rapper tersebut tampak marah saat melihat antusiasme massa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menanggapi unggahan yang menyebut dirinya sedang berusaha memancing kemarahan, Ye memberikan klarifikasi langsung melalui kolom komentar di platform X. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan justru memberikan pujian terhadap atmosfer konser yang berlangsung pada 24 Oktober 2026. Menurutnya, energi yang terpancar dari ribuan penonton di Jakarta adalah bentuk nyata dari semangat musik rock and roll yang sesungguhnya.

“Bro, acara ini benar-benar seru. Penontonnya sangat luar biasa dan itu yang namanya rock and roll,” tegas Kanye West dalam balasannya.

Konser bertajuk Ye Live in Jakarta tersebut tercatat sebagai penampilan perdana sang musisi di Indonesia. Selama kurang lebih dua jam, Ye sukses menyajikan pertunjukan megah dengan membawakan lebih dari 30 lagu populer, termasuk di antaranya “Runaway” dan “King”. Meski minim melakukan interaksi verbal secara langsung dengan penonton, intensitas penampilannya mampu menghidupkan suasana stadion yang dipenuhi oleh ribuan penggemar, termasuk penonton mancanegara.

Pihak promotor, Raw Vision Collective, sebelumnya melaporkan bahwa sebanyak 20.500 tiket telah terjual kepada penggemar dari luar negeri. Daya tarik konser ini tidak hanya terletak pada kualitas vokal Ye, melainkan juga pada penggunaan dome stage yang sangat impresif. Panggung tersebut menyajikan visual yang membawa penonton dalam perjalanan imersif, mulai dari pemandangan bumi hingga simulasi luar angkasa yang mencakup planet bulan.

Keberhasilan konser ini menandai catatan sejarah baru dalam karier Ye di Asia Tenggara. Meskipun terdapat berbagai interpretasi dari warganet mengenai ekspresi wajahnya selama konser, respons langsung dari sang artis telah menutup perdebatan tersebut. Secara profesional, Ye mengakui bahwa energi penonton Jakarta memiliki karakteristik tersendiri yang selaras dengan konsep panggung yang ia usung pada malam tersebut.

Di sisi lain, industri hiburan tanah air juga tengah menantikan karya baru di layar lebar dengan hadirnya film berjudul Tiba-Tiba Setan. Rumah produksi Ess Jay Pictures dijadwalkan merilis film horor komedi ini pada 16 April 2026. Film yang disutradarai oleh Etienne Caesar ini akan menampilkan kolaborasi sejumlah aktor populer seperti Oki Rengga, Lolox, Ratu Felisha, Tanta Ginting, Poppy Sovia, hingga Reza Nangin.

Plot cerita film ini berfokus pada dinamika keluarga yang berubah menjadi teror setelah sekelompok kakak beradik memutuskan untuk menjelajahi sebuah hotel tua terbengkalai. Motivasi mereka mendatangi lokasi tersebut adalah untuk mencari harta karun peninggalan sang ayah. Namun, konflik internal muncul ketika salah satu dari mereka menyusun rencana licik dengan menyewa orang untuk berpura-pura menjadi hantu demi menakuti saudara-saudaranya.

Rencana sandiwara tersebut justru membawa malapetaka karena secara tidak sengaja membangkitkan roh asli wanita penunggu hotel. Perubahan situasi dari komedi menjadi teror nyata menjadi inti dari alur cerita yang ditulis oleh Rebecca M. Bath dan Ridho Brado. Film ini diharapkan menjadi pembuka yang kuat bagi Ess Jay Pictures yang sebelumnya lebih banyak bergerak di industri sinetron.

Produksi film yang diproduseri oleh Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani ini menjadi upaya rumah produksi tersebut untuk melakukan diversifikasi karya. Dengan memadukan unsur ketegangan supranatural dan bumbu komedi dari para pemainnya, Tiba-Tiba Setan diproyeksikan mampu menarik minat penonton di bioskop nasional. Seluruh tim produksi saat ini tengah melakukan tahap akhir promosi sebelum film tersebut resmi dirilis di jaringan bioskop di seluruh Indonesia.