kalselupdate.id — Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia secara resmi membantah adanya pertemuan antara Duta Besar Kwok Fook Seng dengan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani. Pernyataan tersebut disampaikan pihak kedutaan pada Minggu (25/10) menyusul ramainya kabar yang beredar di media sosial terkait kunjungan tersebut.
Pihak kedutaan menegaskan bahwa kabar mengenai pertemuan itu merupakan bentuk disinformasi yang tidak memiliki dasar kebenaran. Mereka menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk menangani penyebaran berita bohong tersebut secara lebih lanjut.
“Kunjungan itu tidak pernah terjadi, ini jelas merupakan disinformasi yang akan ditangani oleh Kedutaan Besar dengan bekerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia,” tegas perwakilan Kedutaan Besar Singapura.
Dino Patti Djalal sendiri telah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya untuk menepis isu fiktif tersebut. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini menjelaskan bahwa pada saat yang dikabarkan, yakni Minggu (18/10), ia sedang berada di Perth, Australia, untuk menghadiri agenda sesi perubahan iklim yang diselenggarakan oleh NSM Global Citizen.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut mengaku baru kembali ke Indonesia pada Selasa (20/10) malam. Dino menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan dirinya mendatangi rumah Duta Besar Singapura di Jakarta bersama Saiful Mujani adalah karangan yang sepenuhnya tidak berdasar. Ia mencurigai adanya modus operandi baru yang berupaya mencemarkan nama baiknya melalui postingan yang tampak organik namun bersifat manipulatif.
Lebih lanjut, Dino menyoroti bahwa isu tersebut mencuat tepat setelah dirinya menyampaikan pernyataan kritis mengenai dinamika hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura. Ia menilai tindakan penyebaran informasi palsu semacam ini perlu diwaspadai oleh masyarakat sipil sebagai salah satu bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di tanah air.
Terkait hubungan bilateral, Dino sebelumnya telah membantah anggapan bahwa Singapura berupaya menyabotase pasar modal Indonesia atau mengambil alih aset negara. Ia menegaskan bahwa Singapura adalah negara tetangga yang memiliki rekam jejak kerja sama panjang serta kepentingan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik di kawasan regional, sehingga tuduhan konspirasi tersebut dianggap tidak logis.
Dino juga mengungkapkan rencananya untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Duta Besar Kwok Fook Seng yang telah bertugas di Indonesia sejak 2022. Ia bahkan berencana mengundang sang duta besar ke AKC Library Cafe miliknya di kawasan Kemang untuk menjalin hubungan personal yang lebih hangat dan santai di masa mendatang.
Klarifikasi ini diharapkan mampu meredam spekulasi di ruang publik mengenai hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura yang sempat terganggu oleh narasi-narasi tidak berdasar. Pemerintah melalui instansi terkait kini terus memantau peredaran konten disinformasi guna menjaga ketertiban ruang digital nasional dari provokasi yang berpotensi merusak hubungan antarnegara.


