kalselupdate.id — Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi melantik lima pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat (23/10/2026). Prosesi pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Djuanda, Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, tepat pada pukul 10.00 WIB. Perombakan posisi ini menjadi bagian dari langkah strategis kementerian dalam melakukan penyegaran organisasi serta penguatan tata kelola birokrasi internal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adapun daftar pejabat yang menempati posisi baru tersebut meliputi Astera Primanto Bhakti yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, serta Tri Budhianto yang dipercaya memegang kendali sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan. Selain itu, Nufransa Wira Sakti resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Posisi staf ahli juga mengalami perubahan dengan ditunjuknya Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak dan Hidayat Amir yang mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Langkah perombakan ini menunjukkan dinamika yang cukup intensif di tubuh kementerian sejak Suahasil Nazara menjabat. Tercatat sejak pelantikannya pada 14 September 2026, Suahasil telah melakukan dua kali perubahan struktur pejabat di jajaran Kemenkeu. Sebelum pelantikan lima pejabat eselon I hari ini, kementerian telah melakukan rotasi terhadap 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta pejabat di Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 21 September 2026 lalu.

Perubahan formasi jabatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas kebijakan fiskal dan pengawasan keuangan negara di masa depan. Fokus utama dari penempatan pejabat baru ini diyakini berkaitan dengan upaya percepatan program kerja kementerian serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan ritme kerja di unit masing-masing guna memastikan kesinambungan pelayanan publik dan manajemen anggaran negara berjalan secara optimal tanpa hambatan yang berarti.