kalselupdate.id — Tim gabungan dari Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil membongkar sebuah laboratorium rahasia atau clandestine lab narkotika berskala besar di Kabupaten Pidie, Aceh. Operasi penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tersebut menemukan fasilitas produksi narkotika yang disembunyikan di dalam bangunan ruko di kawasan Mutiara Timur, Pidie, pada Jumat (23/10/2026).
Bangunan yang dari luar tampak seperti ruko biasa dengan cat berwarna putih tersebut ternyata telah dimodifikasi secara internal menjadi tempat produksi sabu cair menjadi sabu siap edar. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan berbagai ruangan yang didesain khusus untuk mendukung seluruh tahapan proses manufaktur narkotika. Di lokasi tersebut, ditemukan tumpukan peralatan produksi mulai dari tabung gas, kompor, mesin pendingin, hingga alat penyinaran dan bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk mengolah narkoba.
Dalam operasi penindakan tersebut, tim gabungan berhasil menyita sekitar 1,2 ton sabu serta mengamankan sejumlah individu yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung. Berdasarkan penyelidikan awal, laboratorium ini diduga kuat merupakan bagian dari sindikat narkoba transnasional yang melibatkan jaringan pelaku asal China, Malaysia, dan Indonesia. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman untuk melacak jaringan yang lebih luas di balik operasional pabrik gelap tersebut.
Sebelum melakukan pengecekan langsung ke lokasi pabrik di Aceh, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin pengungkapan kasus besar lainnya di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menyita 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168. Delapan orang kru kapal, yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan, telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Jenderal Suyudi merinci bahwa keberhasilan operasi di perairan Selat Malaka tersebut bermula dari deteksi intelijen mengenai pergerakan mencurigakan kapal MT Global 168 di Laut Andaman. Tim gabungan kemudian mengerahkan kapal patroli BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi di perairan Tanjungbalai Asahan sebelum menggiring kapal tersebut menuju Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 58 karung berisi ketamin HCl yang siap diselundupkan.
“Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Keberhasilan membongkar jaringan di Belawan dan laboratorium narkotika di Pidie menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam memutus rantai peredaran narkoba transnasional di Indonesia. Seluruh tersangka yang diamankan, baik dari kasus penyelundupan ketamin di Sumatera Utara maupun penggerebekan laboratorium sabu di Aceh, kini tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik untuk mengungkap peran masing-masing dalam struktur sindikat tersebut.
Polri bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di jalur-jalur perairan maupun pintu masuk darat yang sering digunakan oleh para sindikat narkoba internasional. Upaya pemberantasan ini tidak hanya difokuskan pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pemutusan akses bahan baku dan sarana produksi yang digunakan oleh para sindikat dalam menjalankan bisnis ilegal mereka di wilayah kedaulatan Indonesia.


