kalselupdate.id — Ribuan pendukung gerakan mahasiswa Serbia memadati pusat kota Belgrade dalam aksi kampanye penutup daftar kandidat Students Win pada Kamis (22/10). Unjuk kekuatan massa ini digelar menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10), sebagai bentuk tantangan terbuka terhadap dominasi politik Presiden Aleksandar Vucic.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam aksi yang dipusatkan di ibu kota tersebut, para pendukung mengibarkan bendera nasional Serbia, menyalakan suar warna-warni, serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan meneriakkan slogan-slogan perubahan. Gelombang massa yang memenuhi lanskap kota menjadi lambang eskalasi gerakan protes mahasiswa yang kini mentransformasikan aksi jalanan menjadi gerakan politik formal.

Pemilihan umum mendatang menjadi ujian politik krusial bagi Presiden Aleksandar Vucic dan partainya, Partai Progresif Serbia (SNS), yang telah memegang tampuk kekuasaan selama 12 tahun terakhir. Gerakan Students Win yang tumbuh dari protes akar rumput sejak 2024 tersebut secara resmi mengajukan sebanyak 250 kandidat untuk memperebutkan kursi di parlemen.

Akar dari gerakan politik mahasiswa ini bermula dari tragedi mematikan runtuhnya kanopi di stasiun kereta api kota Novi Sad pada tahun 2024. Bencana yang merenggut 16 nyawa tersebut memicu kemarahan publik berskala nasional dan menyulut gelombang demonstrasi massal yang dipelopori oleh kaum muda serta mahasiswa.

Bencana infrastruktur tersebut memicu sorotan tajam terhadap dugaan korupsi, kelalaian tata kelola pemerintahan, dan kurangnya transparansi di tubuh birokrasi Serbia. Sejak saat itu, para mahasiswa secara konsisten menggalang aksi unjuk rasa di berbagai daerah guna menuntut pertanggungjawaban pemerintah dan reformasi sistemik secara menyeluruh.

“Saya ingin memperjuangkan masa depan negara ini agar anak-anak kami kelak dapat tumbuh dan hidup di lingkungan yang lebih baik serta terbebas dari praktik korupsi,” kata Natalija Vujisic, salah satu pendukung gerakan Students Win di Belgrade.

Para simpatisan yang hadir menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ranah politik elektoral merupakan langkah maju yang sangat krusial. Momentum pemilu dipandang sebagai sarana paling efektif untuk mengonversi kemarahan publik di jalanan menjadi kekuatan politik nyata di dalam lembaga legislatif negara.

“Unjuk rasa dan aksi massa ini menjadi ajang penting untuk menunjukkan seberapa besar dukungan masyarakat terhadap gerakan protes mahasiswa serta daftar kandidat yang diusung,” ujar Viktor Milenkovic, pendukung gerakan lainnya.

Hasil penelitian jajak pendapat terbaru yang dirilis pada pekan ini mengindikasikan tingkat persaingan yang sangat ketat antara kedua kubu. Tingkat dukungan publik terhadap gerakan mahasiswa dilaporkan berada pada posisi yang hampir seimbang dengan Partai Progresif Serbia (SNS) yang selama ini menjadi pilar utama kekuasaan Vucic.

Pelaksanaan pemilu pada hari Minggu mendatang bakal menjadi momentum bersejarah sekaligus tolok ukur nyata bagi gerakan mahasiswa Serbia. Setelah berbulan-bulan membangun basis massa melalui aksi demonstrasi jalanan di pelbagai wilayah, gerakan ini kini menghadapi ujian sesungguhnya untuk membuktikan sejauh mana aspirasi perubahan mereka mampu merebut kepercayaan pemilih di tempat pemungutan suara.