kalselupdate.id — Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian terhadap komposisi keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru dilantik. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026), Presiden menyebut jajaran penasihatnya tersebut diisi oleh tokoh-tokoh berkualitas tinggi yang memiliki rekam jejak panjang di kancah nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Prabowo secara khusus menyoroti beberapa nama besar seperti pengusaha Chairul Tanjung, mantan Panglima TNI Wiranto, hingga mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Ia menilai kehadiran para tokoh senior tersebut memberikan kesan kuat dan berwibawa bagi siapa pun yang melihatnya, baik secara langsung maupun melalui tayangan televisi yang menyorot area duduk dewan tersebut.

“Ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa, yang enggak kalah rambut putihnya. Orang lihat ini saja, apalagi di TV dilihat ke sana itu, ngeri!” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Ungkapan ngeri yang disampaikan Kepala Negara merujuk pada rasa segan sekaligus bangga atas kesediaan para tokoh bangsa untuk membantunya di pemerintahan. Menurut Presiden, bergabungnya figur-figur lintas generasi dan latar belakang ini merupakan manifestasi nyata dari semangat persatuan nasional yang terus ia gaungkan sejak awal menjabat.

Wantimpres periode ini diperkuat oleh total 26 anggota dengan latar belakang yang sangat beragam. Selain tiga nama yang disebut sebelumnya, terdapat pula tokoh intelektual Rocky Gerung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, hingga putri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid.

Dewan ini dipimpin oleh Pratikno sebagai ketua, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. Dalam sesi tertutup yang kemudian disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026), Prabowo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan para tokoh tersebut dalam membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Kehadiran para tokoh nasional di dalam Wantimpres dipandang Presiden sebagai sebuah kehormatan besar bagi jajaran eksekutif. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dewan penasihat akan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang semakin kompleks di masa depan melalui pertimbangan yang matang.

Secara administratif, pengangkatan ke-26 anggota Wantimpres ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026. Proses pelantikan telah dilaksanakan sebelumnya di Istana Negara pada tanggal 2 Oktober 2026 sebagai langkah awal penguatan fungsi konsultatif presiden dalam pengambilan kebijakan strategis.

Dalam menjalankan tugasnya, Wantimpres dibagi ke dalam enam bidang kerja strategis yang mencakup seluruh aspek vital kenegaraan. Bidang pertama meliputi Geopolitik, Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), serta Pertahanan dan Keamanan, yang menjadi pondasi stabilitas nasional dan kedaulatan negara dalam peta politik dunia.

Bidang kedua berfokus pada Ekonomi dan Keuangan, diikuti bidang ketiga yang menangani Pembangunan Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang keempat dikhususkan untuk urusan Pangan, sementara bidang kelima menangani Infrastruktur, dan bidang keenam membidangi Hilirisasi serta Transisi Energi yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

Presiden Prabowo menyadari bahwa pemerintahannya tidak luput dari kekurangan dan tantangan besar yang menanti di depan mata. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja tim yang solid antara kementerian, lembaga, dan dewan penasihat untuk menutupi setiap celah kelemahan yang ada demi kepentingan rakyat banyak.

“Itulah namanya persatuan nasional. Jadi pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama kita atasi bersama. Kita harus bekerja sebagai sebuah tim,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Melalui pembagian tugas yang matang, setiap anggota Wantimpres diharapkan dapat memberikan masukan yang tajam dan solutif sesuai dengan kepakaran masing-masing. Misalnya, peran tokoh seperti Ignasius Jonan yang memiliki pengalaman luas di bidang manajemen dan infrastruktur diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarbidang kerja yang ada.

Komposisi dewan yang mencakup spektrum politik dan sosial yang luas ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang objektif bagi Presiden dalam mengambil kebijakan strategis. Dengan dukungan tokoh-tokoh senior dan pakar di bidangnya, pemerintah optimis dapat mengakselerasi program-program pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberadaan Wantimpres yang berisi figur-figur berpengaruh ini bukan sekadar simbol politik, melainkan mesin penggerak pemikiran bagi kemajuan bangsa. Persatuan tokoh-tokoh nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diharapkan menjadi modal kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia menuju kemandirian di berbagai sektor vital.