kalselupdate.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi membatalkan rencana impor rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Langkah strategis tersebut diambil sebagai bentuk komitmen BUMN perkeretaapian nasional untuk memberikan sarana terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan serta kemandirian industri manufaktur dalam negeri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan keputusan penting tersebut saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta. Ia menegaskan bahwa seluruh armada kereta api yang akan dioperasikan bagi masyarakat Indonesia di masa depan harus merupakan rangkaian kereta baru yang memenuhi standar mutu, keselamatan, dan kenyamanan tinggi.

“Nggak ada, kita nggak ngimpor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” kata Bobby Rasyidin di Istana Negara, Jakarta.

Menurut penjelasan Bobby, manajemen KAI mencatat total kebutuhan armada kereta untuk mendukung operasional layanan komuter saat ini mencapai 23 rangkaian atau trainset. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebagian besar alokasi pemesanan armada baru akan dialihkan dan dipercayakan kepada produsen kereta api milik negara, yakni PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Kebijakan mengedepankan produk lokal ini menjadi bagian integral dari penguatan ekosistem industri manufaktur nasional. Kendati mengutamakan armada dalam negeri, pihak KAI menegaskan tidak menutup rapat peluang kerja sama dengan produsen kereta api internasional, terutama untuk pemenuhan kapasitas produksi yang belum sepenuhnya mampu ditampung oleh pabrikan domestik.

Namun demikian, Bobby menekankan skema keterlibatan pihak asing wajib mengusung prinsip kolaborasi dengan mitra lokal. Setiap pabrikan luar negeri yang hendak memasok armada KRL ke Indonesia diharuskan melakukan kerja sama langsung dengan industri manufaktur kereta api nasional guna memastikan terjadinya proses transfer teknologi serta peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dari keseluruhan target pemenuhan 23 trainset KRL baru tersebut, KAI mencatat ada 8 rangkaian yang sifatnya sangat mendesak atau urgent untuk segera direalisasikan. Keberadaan armada baru ini menjadi prioritas utama guna memperkuat operasional jalur-jalur sibuk serta menjaga keandalan sarana pengangkutan yang terus meningkat setiap harinya.

Manajemen KAI menargetkan proses pengadaan dan percepatan pengiriman seluruh 23 trainset KRL baru tersebut dapat diselesaikan secara bertahap dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Melalui langkah ini, KAI optimis dapat memperbarui jajaran armada komuter tanpa bergantung pada unit bekas impor, sekaligus memperkokoh keberlanjutan industri transportasi massal berbasis rel di Tanah Air.