kalselupdate.id — Seekor orang utan jantan berusia sekitar 35 tahun bernama Yondu ditemukan berkeliaran di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan di Desa Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Satwa yang dilindungi undang-undang tersebut diselamatkan oleh tim gabungan setelah terindikasi mengalami gangguan kesehatan berupa hernia pada bagian perutnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penemuan primata berbobot kurang lebih 89 kilogram itu bermula saat warga dan petugas Pemadam Kebakaran Kotawaringin Barat mendapati Yondu berada di kawasan Kolam KM 14 pada Selasa sore. Ketika pertama kali terlihat oleh petugas di lapangan, orang utan dewasa tersebut sedang beraktivitas mencari makan dengan mengonsumsi umbut nanas di sekitar area bekas terbakar tersebut.

Laporan penampakan satwa langka tersebut segera diteruskan kepada Tim Wildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun. Petugas merespons laporan yang masuk pada sore hari itu dan langsung menerjunkan tim medis serta personel penyelamat ke lokasi penemuan guna melakukan evakuasi secara terukur.

Proses evakuasi di lapangan membutuhkan kehati-hatian ekstra demi keselamatan satwa dan para petugas. Tim medis melakukan kalkulasi yang cermat saat memberikan tindakan pembiusan atau sedasi, mengingat Yondu diketahui baru saja selesai mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup banyak di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, memaparkan bahwa pemeriksaan fisik awal langsung dilakukan setelah kondisi orang utan tersebut sepenuhnya terbius dan aman untuk ditangani. Dari pemeriksaan awal, tim medis mengonfirmasi adanya benjolan berupa hernia abdominalis pada rongga perut satwa tersebut.

“Ya saat pemeriksaan ditemukan hernia abdominalis di perut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan dan menentukan penanganan medis yang diperlukan,” kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka.

Meskipun menderita hernia abdominalis, hasil pemeriksaan fisik secara menyeluruh menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh Yondu. Tim medis tidak menemukan adanya luka terbuka maupun bekas luka bakar akibat kebakaran hutan dan lahan pada kulit maupun bulu primata besar tersebut.

Setelah proses pembiusan dan tindakan penanganan awal di lokasi selesai, petugas segera membawa Yondu menuju Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan yang lebih intensif. Penanganan medis mendalam sangat dibutuhkan untuk menentukan tindakan operasi atau perawatan khusus agar kondisi kesehatannya dapat pulih secara optimal.

Kehadiran satwa liar seperti orang utan di kawasan bekas kebakaran hutan menandaskan pentingnya perlindungan habitat serta pengawasan berkala di area terdampak bencana karhutla. Penyelamatan Yondu menjadi langkah krusial dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan populasi orang utan yang semakin terancam di wilayah Kalimantan Tengah.