kalselupdate.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpantau terus meluas hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis berupa medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau oleh peralatan manual. Untuk merespons situasi darurat tersebut, otoritas terkait telah melakukan eskalasi operasi dengan mengerahkan ratusan personel tambahan guna menyisir titik-titik api yang tersebar di area terdampak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memimpin langsung Apel Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Balekambang, Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jumat pagi. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam mempercepat proses pemadaman. Ia memastikan bahwa seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus bergerak dalam satu komando yang terukur.

“Sinergi dan kerja sama sangat mutlak diperlukan agar pemadaman yang lebih efektif agar api segera dapat dipadamkan. Tentu upaya bersama ini harus tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan total 742 personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Balai TNGC, Balai PPI Jabalnusra, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Selain itu, keterlibatan TNI, Polri, Manggala Agni, Perhutani, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta komunitas pegiat alam seperti AKAR dan CAGAR turut memperkuat barisan di lapangan. Para petugas ini dibagi menjadi empat tim utama untuk melakukan pengepungan titik api secara sistematis.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana, menjelaskan bahwa tantangan utama selain medan yang curam adalah hembusan angin kencang yang memicu api merambat dengan sangat cepat ke area lain. Hal ini membuat upaya pengendalian api menjadi sangat dinamis dan membutuhkan kewaspadaan ekstra dari setiap personel yang bertugas di lokasi terjal tersebut. Meski luasan lahan yang terbakar belum bisa diestimasi secara akurat, fokus utama seluruh tim saat ini tetap pada pemadaman agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.

Komando dan kendali operasi lapangan dalam penanganan kebakaran ini kini dipercayakan penuh kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Permana. Keputusan ini diambil guna memastikan koordinasi antarinstansi berjalan dengan efisien dan setiap pergerakan tim di lapangan terpantau dengan baik. Pemerintah daerah juga telah memastikan bahwa dukungan moral serta logistik akan terus disalurkan bagi para petugas yang berjuang di tengah hutan.

Perhatian terhadap situasi ini juga ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bersama jajaran bupati dan wakil bupati setempat meninjau langsung lokasi terdampak. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi petugas yang saat ini masih berjibaku memadamkan api. Selain upaya pemadaman darat, otoritas juga mempertimbangkan pengerahan helikopter untuk melakukan water bombing guna menjangkau area yang sulit dicapai oleh personel di lapangan.

Pihak pengelola TNGC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan dan aparat yang telah mendedikasikan waktu serta tenaganya dalam misi ini. Meskipun situasi di lapangan cukup kritis, protokol keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama agar tidak ada korban jiwa dalam proses pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, seluruh tim gabungan masih terus bersiaga dan melakukan upaya penyisiran di titik-titik yang masih mengeluarkan asap tebal.