kalselupdate.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas percepatan penataan serta pengembangan sektor transportasi dan cagar budaya nasional. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan instruksi khusus terkait pembenahan Stasiun Gambir, kawasan Monumen Nasional (Monas), Museum Agung Nasional, hingga penyiapan infrastruktur kereta api di Provinsi Bali.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pembahasan strategis tersebut melalui keterangan resminya pada Kamis. Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada penataan kawasan-kawasan vital di Ibu Kota agar memiliki fungsi terpadu yang nyaman bagi masyarakat umum sekaligus bernilai edukatif tinggi.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Salah satu poin utama arahan Presiden adalah peremajaan Stasiun Gambir di Jakarta Pusat. Prabowo menyoroti kondisi Stasiun Gambir yang sejak awal berdirinya pada era 1970-an belum pernah mengalami pembenahan atau renovasi berskala besar. Oleh karena itu, modernisasi fasilitas stasiun bersejarah ini dinilai sudah sangat mendesak demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa transportasi rel.

Pemerintah merencanakan Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai hub keberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota tingkat nasional, tetapi juga dikembangkan secara terintegrasi dengan kawasan hiburan, wisata, dan tempat rekreasi keluarga di jantung Jakarta. Langkah integrasi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan stasiun lebih hidup, ramah bagi publik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain infrastruktur perkeretaapian di Jakarta, Presiden Prabowo juga menginstruksikan percepatan penataan kawasan Monas. Revitalisasi landmark utama ibu kota ini difokuskan pada peningkatan kenyamanan dan kerapian lingkungan fisik, tanpa mengesampingkan penguatan nilai sejarah serta fungsi edukasi bagi seluruh pengunjung yang datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Di bidang kebudayaan dan museum, Kepala Negara menekankan pentingnya pembangunan serta pembenahan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum. Proyek ini diproyeksikan menjadi kelanjutan dari penataan Galeri Nasional dan Museum Gajah yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh pemerintah.

Melalui pengembangan museum berskala besar tersebut, pemerintah ingin Indonesia memiliki fasilitas kebudayaan modern yang dapat berfungsi sebagai pusat kajian sejarah, edukasi publik, serta sarana rekreasi yang edukatif. Kehadiran museum terpadu ini ditargetkan mampu menarik minat pelajar, mahasiswa, dan generasi muda untuk lebih mencintai sejarah serta warisan budaya bangsa.

Sementara itu, di sektor transportasi daerah, Presiden Prabowo mengarahkan penyiapan jalur kereta api pertama di Provinsi Bali. Proyek transportasi publik berbasis rel ini dirancang khusus untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di koridor pariwisata utama yang kerap mengalami kemacetan parah pada musim liburan.

Pada tahap awal pengerjaannya, jalur kereta api Bali diproyeksikan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah titik simpul pariwisata populer. Rute awal tersebut bakal melintasi kawasan Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, sebelum nantinya dikembangkan lebih lanjut menuju kawasan wilayah utara Pulau Bali.