kalselupdate.id — Kericuhan mewarnai gelaran konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, yang berlangsung di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Pertunjukan seni internasional tersebut mendadak tegang setelah didatangi ratusan orang dari elemen massa Persaudaraan Muslim yang menuntut pembatalan acara secara mendadak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Massa yang mendatangi lokasi bergerak secara bergelombang dan langsung berupaya menerobos masuk ke area dalam kawasan JIExpo Kemayoran. Langkah berani tersebut dilakukan massa untuk memastikan secara langsung bahwa kegiatan pertunjukan musik tersebut tidak terus dilangsungkan di atas panggung.

Aksi penolakan mendasar tersebut timbul dari penilaian sekelompok massa yang menganggap Andrea Bocelli sebagai sosok musisi yang bersikap anti-Islam. Sikap keras para demonstran ini dipicu oleh dugaan keterlibatan sang musisi dalam sebuah gelaran konser penggalangan dana yang ditujukan bagi tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF).

Upaya massa untuk menembus barikade dan merangsek masuk ke dalam tempat penyelenggaraan konser mendapat perlawanan ketat dari aparat keamanan gabungan. Petugas yang sudah disiagakan di sekeliling lokasi langsung memperketat penjagaan guna mencegah penonton maupun fasilitas di kawasan tempat berlangsungnya acara mengalami kerusakan.

Penghadangan ketat yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan petugas keamanan internal menyebabkan suasana di luar area gedung makin memanas. Gesekan fisik serta adu mulut tak terhindarkan hingga akhirnya memicu bentrokan terbuka antara rombongan massa dan aparat yang bertugas menjaga ketertiban umum.

Dalam bentrokan yang meluas di sekitar jalan menuju pintu masuk utama, sejumlah oknum massa bertindak anarkis dengan membakar fasilitas pembatas jalan berupa kerucut lalu lintas atau traffic cone. Kobaran api dari pembakaran tersebut sempat menimbulkan asap pekat dan menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi peristiwa.

Tidak hanya membakar fasilitas jalan, massa juga mengarahkan ledakan petasan asap ke barisan aparat keamanan yang bersiap mengamankan area. Lemparan benda berbahaya ini berulang kali diletupkan ke arah petugas demi memecah konsentrasi penataan barikade yang dipasang tim pengaman.

Hingga Selasa malam, aparat keamanan gabungan terus bersiaga penuh dengan menambah personel di seluruh penjuru kompleks JIExpo Kemayoran. Langkah taktis ini diambil guna mengendalikan situasi lapangan secara menyeluruh serta memulihkan ketertiban masyarakat di area sekitar Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian fokus melakukan penyisiran dan melokalisasi pergerakan massa agar kericuhan tidak meluas ke area pemukiman maupun jalan protokol terdekat. Penjagaan ketat tetap diberlakukan hingga kondisi di kawasan pertunjukan dipastikan benar-benar aman dan kondusif bagi seluruh pihak yang berada di lokasi.