kalselupdate.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menyetujui rencana pelebaran Jalan Raya Joglo yang terletak di wilayah Jakarta Barat. Proyek infrastruktur jalan sepanjang 2,3 kilometer tersebut disiapkan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk mengurai kemacetan parah yang saban hari terjadi di jalur perbatasan yang menghubungkan wilayah Jakarta Barat dengan Tangerang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keputusan penting mengenai persetujuan pelebaran jalan ini diambil setelah Pramono melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat di Kecamatan Kembangan pada Selasa (3/11/2026). Dalam pertemuan tersebut, kondisi arus lalu lintas di kawasan Kembangan menjadi salah satu fokus pembahasan utama guna mencari solusi jangka panjang bagi mobilitas masyarakat.

Pramono menjelaskan bahwa posisi geografis Kecamatan Kembangan yang berbatasan langsung dengan Tangerang menjadikan Jalan Raya Joglo sebagai akses utama yang memiliki peran sangat krusial. Oleh karena itu, langkah pelebaran fisik badan jalan dinilai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak demi kelancaran arus kendaraan dari kedua wilayah.

“Jadi, Kembangan ini berbatasan dengan Tangerang. Dan jalan itu juga jalan sebenarnya berbatasan dengan Tangerang. Maka memang ada keperluan untuk melakukan pelebaran jalan di tempat itu,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Meskipun rencana pelebaran ini telah disetujui, pelaksanaan pengerjaannya diperkirakan memerlukan waktu bertahap dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada 2028 mendatang. Tenggat waktu tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses teknis dan pengerjaan konstruksi di lapangan agar hasilnya optimal serta tidak menimbulkan hambatan baru bagi pengguna jalan.

Sementara itu, Camat Kembangan Fahmi menyambut baik persetujuan dari orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut. Fahmi mengungkapkan bahwa kelanjutan pengerjaan pelebaran jalan sejatinya merupakan bentuk tindak lanjut atas usulan dan aspirasi yang telah lama disampaikan oleh warga sekitar kawasan Joglo dan Kembangan.

Fahmi membeberkan bahwa proyek pelebaran di kawasan lintasan tersebut sempat terhenti tanpa kepastian sejak tahun 2019 lalu. Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, sisa ruas jalan sepanjang 2,3 kilometer belum tersentuh penataan ulang, sehingga terjadi leher botol atau penyempitan jalur yang memicu penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk.

“Karena sejak tahun 2019 itu sudah tidak ada lagi pekerjaan, sementara yang tersisa hanya tinggal 2,3 kilometer. Jalur ini vital dari warga Tangerang menuju Jakarta Barat, dan kemacetannya luar biasa,” kata Camat Kembangan Fahmi.

Sebagai jalur vital penghubung antarkota, Jalan Raya Joglo dipadati oleh ribuan kendaraan setiap harinya, baik sepeda motor maupun mobil pribadi dari arah Tangerang menuju pusat kegiatan ekonomi di Jakarta Barat. Pemkot Jakarta Barat dan Pemprov DKI Jakarta berharap realisasi pelebaran jalan ini dapat menjadi solusi efektif dalam memurai titik-titik kemacetan krusial di kawasan Jakarta Barat secara permanen.