kalselupdate.id — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Fasilitas manufaktur canggih ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara raksasa baterai asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL), bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian mengenai agenda peresmian tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai melakukan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis. Bahlil menegaskan bahwa pabrik baterai tersebut saat ini sudah siap dan mulai menjalankan kegiatan produksi secara aktif.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” ujar Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dengan beroperasinya fasilitas di Karawang tersebut, Indonesia kini secara resmi mengoperasikan tiga pabrik baterai mobil listrik berskala besar. Dua fasilitas penunjang ekosistem kendaraan listrik yang telah beroperasi sebelumnya mencakup pabrik konsorsium Hyundai di Jawa Barat serta fasilitas pengolahan investor Tiongkok yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara.

Kehadiran pabrik ketiga ini menandai babak baru dalam penguatan rantai pasok industri otomotif berbasis energi bersih nasional. Penguatan rantai pasok domestik dipandang penting untuk menopang ambisi Indonesia dalam memimpin transisi energi di kawasan Asia Tenggara sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam tambang di dalam negeri.

Menurut Bahlil, hadirnya pabrik CATL-Antam ini menyempurnakan pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional yang terintegrasi secara utuh dari hulu ke hilir. Struktur terpadu tersebut mencakup seluruh tahapan industri, mulai dari aktivitas penambangan bijih nikel, proses peleburan (smelter), teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), manufaktur prekursor dan katoda, hingga pembuatan sel baterai siap pakai.

Keberhasilan membangun ekosistem komprehensif dari sektor hulu tambang hingga industri hilir manufaktur berteknologi tinggi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara langka yang mampu menguasai seluruh rantai nilai produksi baterai secara mandiri. Langkah konkret ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam merealisasikan agenda hilirisasi nasional.

Selain agenda peresmian pabrik baterai di Karawang, Kepala Negara juga dijadwalkan memimpin peresmian pelaksanaan program listrik desa tahun 2025. Peresmian program penyediaan akses energi bersih dan merata bagi masyarakat kawasan terpencil tersebut rencananya bakal dipusatkan di wilayah Pulau Sulawesi dalam waktu dekat.

Program pemerataan akses energi tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan pasokan listrik yang tersebar di sekitar 1.400 lokasi yang terbagi ke dalam 13 titik wilayah strategis. Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur energi dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan pelosok secara signifikan.