kalselupdate.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (21/10/2026) terpantau melanjutkan tren penguatan hingga akhir sesi penutupan. Indeks komposit tersebut resmi berakhir pada level 5.328,36, mengalami kenaikan sebesar 49,47 poin atau setara dengan 0,94 persen dibandingkan dengan posisi pada penutupan hari sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang hari ini tergolong cukup masif dengan volume transaksi mencapai 299,97 juta lot saham. Nilai transaksi total yang tercatat oleh otoritas bursa menyentuh angka Rp15.882,28 miliar, sementara frekuensi perdagangan yang terjadi di seluruh pasar tercatat sebanyak 1.827.719 kali transaksi.

Meskipun indeks secara keseluruhan mengalami penguatan yang cukup signifikan, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) jika ditinjau dari total transaksi. Berdasarkan data pasar, investor mancanegara melakukan aksi beli sebesar Rp6,1 triliun, namun diimbangi dengan aksi jual yang lebih besar mencapai Rp6,7 triliun, sehingga terdapat selisih penjualan bersih sekitar Rp0,6 triliun.

Walaupun mencatatkan penjualan bersih secara akumulatif, investor asing terpantau masih gencar mengoleksi beberapa saham unggulan yang menjadi penggerak utama indeks. Sektor perbankan, mineral, dan infrastruktur menjadi tujuan utama aliran dana masuk dari investor luar negeri pada perdagangan tengah pekan ini.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati urutan teratas dalam daftar saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp448,09 miliar. Di posisi berikutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menyusul dengan nilai beli bersih sebesar Rp51,16 miliar, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp37,14 miliar.

Selain sektor perbankan dan tambang, sektor properti industri dan petrokimia juga mendapatkan perhatian khusus dari para pemodal asing. PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp26,89 miliar, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) berhasil menarik dana asing senilai Rp17,46 miliar.

Beberapa emiten lain yang turut masuk dalam jajaran sepuluh besar saham yang paling banyak dibeli asing antara lain PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) dengan nilai Rp16,60 miliar. Kemudian terdapat pula saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang mencatatkan akumulasi beli bersih oleh investor asing sebesar Rp16,46 miliar.

Sektor teknologi mobilitas dan industri media juga tidak luput dari aksi beli investor global, di mana PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatat nilai beli bersih Rp15,86 miliar. PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) menyusul dengan perolehan nilai Rp12,32 miliar, dan di posisi terakhir daftar sepuluh besar terdapat PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan nilai Rp10,15 miliar.

Penguatan IHSG yang terjadi hari ini menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik meskipun tekanan jual masih membayangi sebagian besar saham di bursa. Pergerakan indeks yang stabil di atas level psikologis 5.300 ini diharapkan dapat menjadi fondasi positif bagi pergerakan pasar modal Indonesia pada sesi perdagangan selanjutnya.