kalselupdate.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Langkah ini diambil otoritas bursa sebagai respons atas terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kedua emiten tersebut dalam kurun waktu singkat.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk perlindungan bagi investor serta upaya untuk mendinginkan kondisi pasar agar tetap kondusif.
“Penghentian sementara dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada sesi pra pembukaan tanggal 22 Oktober 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Endra Febri Styawan.
Bagi PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), suspensi kali ini menjadi yang keempat kalinya dilakukan oleh otoritas bursa. Catatan historis menunjukkan bahwa saham TRUK mengalami kenaikan harga yang sangat drastis, mencapai angka Rp6.025 per lembar pada penutupan perdagangan 21 Oktober 2026. Dalam sepekan terakhir saja, harga saham emiten tersebut tercatat melesat lebih dari 133 persen dari posisi Rp2.580 pada 15 Oktober 2026.
Sebelumnya, TRUK telah mengalami serangkaian suspensi sejak Agustus 2026. Suspensi jilid pertama terjadi pada 11 Agustus, disusul jilid kedua pada 4 hingga 15 September, serta jilid ketiga yang berlangsung mulai 28 September hingga 15 Oktober 2026. Pola kenaikan harga yang beruntun ini menjadi perhatian khusus bagi pengawas pasar modal karena volatilitas yang dinilai tidak wajar.
Sementara itu, bagi PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), suspensi ini merupakan yang pertama kalinya sejak sahamnya melantai di bursa. Pihak otoritas bursa berencana mengevaluasi kondisi STRK dan suspensi ini berpotensi berlangsung selama satu hari perdagangan. Langkah serupa pernah diambil terhadap berbagai emiten lainnya yang menunjukkan pergerakan harga tidak logis dalam waktu sangat singkat.
Lonjakan harga pada saham TRUK sendiri tidak lepas dari dinamika kepemilikan saham yang terjadi belakangan ini, termasuk masuknya pengaruh investor baru. Influencer pasar modal, Gabriel Rey, diketahui telah menjadi pemegang saham baru di emiten tersebut melalui perusahaannya, PT Pukul Rata Kanan (PRK). Perusahaan tersebut tercatat memiliki 15 persen saham atau sebanyak 65,25 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp27,93 miliar.
Lebih lanjut, Gabriel Rey melalui PRK bahkan telah menyampaikan rencana untuk melakukan Penawaran Tender Sukarela atau Voluntary Tender Offer. Target dari aksi korporasi tersebut adalah meningkatkan kepemilikan saham di TRUK hingga mencapai 30 persen. Untuk mendukung rencana tersebut, pihak terkait dikabarkan telah menyiapkan dana tambahan maksimal Rp48,3 miliar guna mengakuisisi 15 persen saham tambahan atau setara dengan 65,25 juta lembar saham lagi.
Investor diharapkan tetap tenang dan mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan terkait di laman resmi Bursa Efek Indonesia. Kebijakan suspensi ini merupakan prosedur standar yang dilakukan bursa untuk menjaga integritas pasar dan memastikan bahwa setiap investor memiliki waktu yang cukup untuk mencerna informasi fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.


