kalselupdate.id — Perusahaan Jaringan Listrik Nasional Filipina atau National Grid Corporation of the Philippines (NGCP) secara resmi mengeluarkan peringatan status siaga merah dan kuning untuk jaringan transmisi di wilayah Visayas. Keputusan ini diambil menyusul laporan mengenai sejumlah pembangkit listrik utama di wilayah tersebut yang mengalami pemadaman paksa hingga lumpuh total. Peringatan tersebut dirilis perusahaan transmisi itu pada Rabu (21/10/2026) tepat pukul 14.15 waktu setempat sebagai respons terhadap kondisi darurat energi yang sedang terjadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Situasi kritis ini dipicu oleh proyeksi beban puncak listrik yang diperkirakan akan menembus batas kapasitas jaringan yang tersedia. Berdasarkan data teknis yang dihimpun perusahaan, beban puncak diprediksi mencapai 2.557 megawatt (MW), sementara kapasitas listrik yang siap disalurkan ke masyarakat saat ini sangat menipis, yakni berada di angka 2.583 MW. Tipisnya margin cadangan daya ini memaksa pihak operator untuk melakukan manajemen beban secara ketat guna menjaga kestabilan sistem transmisi secara keseluruhan.

“Siaga merah akan berlaku antara pukul 17.00 hingga 18.00, sementara siaga kuning akan berlaku antara pukul 18.00 hingga 19.00,” ungkap perwakilan NGCP.

Kondisi darurat ini diperparah oleh gangguan masif yang menimpa fasilitas infrastruktur energi di wilayah tersebut. Pihak NGCP mencatat terdapat 23 pembangkit listrik yang terpaksa melakukan pemadaman total, sementara 21 pembangkit lainnya terpaksa beroperasi dengan kapasitas yang jauh di bawah standar normal. Rentetan gangguan yang terjadi secara serentak ini menjadi penyebab utama mengapa pasokan listrik di wilayah Visayas mengalami kendala berat dalam memenuhi permintaan konsumen.

Pihak otoritas transmisi mengungkapkan bahwa akar permasalahan dari krisis ini bersumber pada ketidaktersediaan Unit 3 Panay Energy Development Corporation serta Unit 1 KEPCO SPC Power Corporation yang mendadak tidak dapat beroperasi. Selain itu, upaya untuk menambal kekurangan pasokan melalui impor listrik dari wilayah Mindanao juga terhambat karena adanya pemadaman terencana di beberapa pembangkit listrik di wilayah tersebut. Ketergantungan pada beberapa sumber daya besar membuat jaringan listrik menjadi rentan saat terjadi kendala teknis pada satu atau dua fasilitas utama.

Secara operasional, status siaga merah merupakan level peringatan tertinggi yang dikeluarkan ketika pasokan listrik dipastikan tidak mencukupi untuk menopang lonjakan permintaan konsumen serta tidak memenuhi persyaratan pengaturan jaringan transmisi. Sementara itu, status siaga kuning ditetapkan apabila margin operasi sistem berada dalam posisi yang sangat minim dan tidak cukup untuk memenuhi persyaratan kontingensi jaringan transmisi jika terjadi lonjakan beban yang tidak terduga atau kegagalan mendadak pada unit pembangkit lainnya. Hingga saat ini, operator terus berupaya melakukan perbaikan guna memulihkan kembali kapasitas daya agar jaringan listrik di Visayas dapat kembali normal dan terhindar dari pemadaman luas yang lebih parah bagi pelanggan di wilayah tersebut.